Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tana Toraja Berikan Kejutan di HUT ke-81 TNI, Kapolres Tegaskan Soliditas TNI-Polri Polres Toraja Utara Gelar Pengamanan dan Pengawasan Tradisi Adat Adu Kerbau di Tondon Bupati Toraja Utara Buka Rakor Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas STI Ajak Gen Z Jadi Kreator Pertanian: Bikin Konten, Sebar, Dapat Cuan Kasatpol PP Torut Kerahkan Puluhan Anggota Jaga Ketat SPBU, Pelansir Tersingkirkan DPRD Torut Ancam Bakal RDP DLH Torut Kesekian Kalinya Mempertahankan Maraknya Tambang Galian C di Torut

Pemerintahan

Studi Tiru ke Bandung: Ketua APDESI Tana Toraja Peringatkan Kepala Lembang Wajib Hasil Nyata

badge-check


					Studi Tiru ke Bandung: Ketua APDESI Tana Toraja Peringatkan Kepala Lembang Wajib Hasil Nyata Perbesar

Pradiyan Risky Londong Allo: Jangan Sampai Program Ini Jadi Sorotan di Tengah Efisiensi Anggaran Nasional

 

TATOR, PEDOMANINDONESIA – Program Studi Tiru (Benchmarking) bagi Kepala Lembang se-Tana Toraja yang direncanakan akan segera menuju Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapat perhatian serius dari APDESI Tana Toraja. Program ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan tata kelola dan inovasi desa di Toraja.

Merespons keberangkatan rombongan tersebut, Ketua APDESI Tana Toraja, Pradiyan Risky Londong Allo, mengeluarkan pesan tegas. Ia mendesak para Kepala Lembang untuk melaksanakan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab dan memaksimalkan setiap kesempatan belajar yang ada.

 

“Kami minta seluruh Kepala Lembang yang mengikuti program ini untuk betul-betul memanfaatkan waktu dan sumber daya yang telah dialokasikan. Tujuannya jelas: kembali ke Toraja dan langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat di lembang (desa) masing-masing,” ujar Pradiyan. Senin 1 November 2025.

 

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Pradiyan menyoroti situasi nasional terkait alokasi dan efisiensi anggaran.

 

“Saat ini, Bapak Presiden sedang menghimbau efisiensi anggaran di semua lini. Jangan sampai kegiatan Studi Tiru ini, yang menggunakan anggaran, justru menjadi sorotan negatif publik,” tambahnya.

Pradiyan Risky menekankan bahwa keberhasilan program ini akan mengembalikan citra positif dan kepercayaan masyarakat. Ia berharap para Kepala Lembang dapat mempertahankan integritas dan profesionalisme mereka.

“Setiap Kepala Lembang harus tetap menjadi panutan dan contoh nyata di desa masing-masing. Manfaatkan program ini untuk membuktikan bahwa anggaran yang digunakan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan dan pembangunan di Lembang Tana Toraja,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Bupati Toraja Utara Buka Rakor Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas

6 Oktober 2026 - 04:39 WIB

Bertemu Direktur Penataan Daerah, CDOB Toraja Barat Bahas Jalan Menuju Daerah Persiapan

1 Oktober 2026 - 07:58 WIB

DPRD dan Pemkab Toraja Utara Setujui Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

1 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Mendadak Dicopot, Purbaya Tinggalkan Kursi Menteri Keuangan

15 September 2026 - 23:49 WIB

Diduga Ada Kejanggalan, DPRD Tator Wacanakan Pansus Dana Hibah Rp700 Juta SSA XXVI Gereja Toraja

15 September 2026 - 08:52 WIB

Trending di Hukum