PONTIANAK, PEDOMANINDONESIA.com – Dalam rangka memperkuat kerukunan umat beragama serta mempelajari praktik terbaik pengelolaan keberagaman, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, S.T., S.M., M.Ak., memimpin langsung kunjungan kerja studi tiru ke Kota Pontianak dan Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, pada 3–5 Juni 2026.
Rombongan yang terdiri dari pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan sejumlah pejabat kepala perangkat daerah Toraja Utara ini, diterima langsung oleh Wali Kota Pontianak, Ir. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., bersama jajaran Pemerintah Kota dan FKUB Kota Pontianak di Ruang Rapat Wali Kota.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong mengungkapkan bahwa agenda kunjungan ini merupakan rekomendasi langsung dari jajaran FKUB Toraja Utara guna melihat langsung daerah yang sukses merawat keberagaman.
“Atas saran FKUB Toraja Utara, kami mengunjungi Pontianak dan Singkawang bersama rombongan FKUB dan Kaban Kesbangpol. Tujuannya adalah melakukan pertemuan dengan Pemkot dan pengurus FKUB kedua kota tersebut atas capaian mereka dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama dan penghargaan zona toleransi,” ujar Frederik.
Selain berdiskusi mengenai toleransi, rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak yang dinilai sudah memiliki fasilitas permanen dan sangat representatif untuk pengembangan produk lokal.
Filosofi Warung Kopi dan Ruang Publik Pontianak
Rangkaian kunjungan dimulai pada 3 Juni 2026 malam, di mana rombongan menggelar silaturahmi dengan pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kalimantan Barat dan IKAT Pontianak. Pertemuan berlanjut pada 4 Juni 2026 dengan agenda diskusi formal bersama Wali Kota Pontianak, Kesbangpol, dan Inspektur Kota Pontianak.
Dalam diskusi tersebut, Frederik mengaku terpikat dengan kuatnya budaya “ngopi” di Pontianak yang mampu menjelma menjadi ruang publik inklusif penopang harmoni sosial.
“Filosofi warung kopi itu luar biasa. Ada pahit dan manisnya kehidupan dalam setiap gelas kopi. Tempat seperti ini menjadi ruang yang memperkuat komunikasi dan kebersamaan masyarakat,” ungkapnya.
Ia melihat interaksi alami di warung kopi lintas suku dan agama ini bisa menjadi inspirasi bagi Toraja Utara untuk lebih menghidupkan ruang-ruang publik luar rumah sebagai media pemersatu warga.
Kunci Sukses Redam Konflik di Kalbar
Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memaparkan tantangan memimpin kota yang heterogen. Ia menggarisbawahi bahwa kunci stabilitas sosial di daerahnya terletak pada respons cepat, dialog, dan keterlibatan komunitas seperti majelis adat serta Perkumpulan Merah Putih.
“Kalau ada kejadian, tokoh-tokohnya kita undang dan kita rembuk bersama. Jika berkaitan dengan hukum, kita serahkan kepada aparat untuk diproses. Biasanya persoalan dapat diselesaikan dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” terang Edi.
Edi menambahkan, Pemkot Pontianak juga konsisten memperbanyak ruang terbuka hijau agar masyarakat dari berbagai latar belakang bisa saling berinteraksi dengan nyaman dan aman.
3 Strategi Toraja Utara Merawat Kerukunan
Menutup pertemuan tersebut, Bupati Frederik Victor Palimbong menegaskan komitmennya bahwa kedamaian adalah modal utama pembangunan. Menurutnya, tidak ada daerah yang bisa maju jika kerukunannya rapuh.
Sebagai tindak lanjut dari studi tiru ini, Bupati Frederik menggarisbawahi tiga langkah strategis yang sudah dan akan terus diperkuat di Kabupaten Toraja Utara:
-
Sosialisasi Kemenag: Terus mendukung penuh Kementerian Agama dalam memasifkan sosialisasi moderasi beragama, khususnya menyasar kalangan remaja dan anak muda.
-
Komunikasi Intensif: Membangun komunikasi yang berkualitas dan intens bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparat penegak hukum sebagai langkah preventif pencegahan konflik.
-
Penegakan Aturan Adat: Melakukan penegakan aturan serta penguatan lembaga untuk mencegah terjadinya penyimpangan pelaksanaan adat yang berpotensi menjadi akar masalah di tengah masyarakat.
Komposisi Rombongan Toraja Utara:
Dalam kunjungan ini, Bupati Frederik didampingi oleh Ketua TP PKK Toraja Utara, Ny. Damayanti B. Palimbong; Kepala Kesbangpol, Asmawati Karambe; dan Plt. Inspektur Daerah, Anugrah Y. Rundupadang.
Sementara dari unsur FKUB Toraja Utara dipimpin oleh Ketua FKUB Pdt. Musa Salusu, M.Th., bersama para anggota: Pdt. Luther Taruk, M.Th., Pastor Paulus Tongli, Pr., Drs. Hj. Bumbun Pakata, M.Ag., Drs. Hj. Mujahidin, Dr. Pdt. Danny Saud, Pdt. Jerry Tiwa, M.Th., dan Yonathan Mellolo, S.Pd., M.Pd.











