Pradiyan Risky Londong Allo: Jangan Sampai Program Ini Jadi Sorotan di Tengah Efisiensi Anggaran Nasional
TATOR, PEDOMANINDONESIA – Program Studi Tiru (Benchmarking) bagi Kepala Lembang se-Tana Toraja yang direncanakan akan segera menuju Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapat perhatian serius dari APDESI Tana Toraja. Program ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan tata kelola dan inovasi desa di Toraja.
Merespons keberangkatan rombongan tersebut, Ketua APDESI Tana Toraja, Pradiyan Risky Londong Allo, mengeluarkan pesan tegas. Ia mendesak para Kepala Lembang untuk melaksanakan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab dan memaksimalkan setiap kesempatan belajar yang ada.
“Kami minta seluruh Kepala Lembang yang mengikuti program ini untuk betul-betul memanfaatkan waktu dan sumber daya yang telah dialokasikan. Tujuannya jelas: kembali ke Toraja dan langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat di lembang (desa) masing-masing,” ujar Pradiyan. Senin 1 November 2025.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Pradiyan menyoroti situasi nasional terkait alokasi dan efisiensi anggaran.
“Saat ini, Bapak Presiden sedang menghimbau efisiensi anggaran di semua lini. Jangan sampai kegiatan Studi Tiru ini, yang menggunakan anggaran, justru menjadi sorotan negatif publik,” tambahnya.
Pradiyan Risky menekankan bahwa keberhasilan program ini akan mengembalikan citra positif dan kepercayaan masyarakat. Ia berharap para Kepala Lembang dapat mempertahankan integritas dan profesionalisme mereka.
“Setiap Kepala Lembang harus tetap menjadi panutan dan contoh nyata di desa masing-masing. Manfaatkan program ini untuk membuktikan bahwa anggaran yang digunakan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan dan pembangunan di Lembang Tana Toraja,” pungkasnya.












