Menu ✖

Mode Gelap
DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020 Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi Bupati Toraja Utara Buka Rapat Koordinasi Optimalisasi Siskamling, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kasat Lantas Polres Tana Toraja Ajak Siswa MAN Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

Headline

Pemda Tana Toraja Jamin Berkas Penolakan Geothermal Telah Dikirim ke Kementerian

badge-check


					Pemda Tana Toraja Jamin Berkas Penolakan Geothermal Telah Dikirim ke Kementerian Perbesar

TATOR, PEDOMAN INDONESIA – Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, resmi menerima aspirasi masyarakat terkait penolakan rencana proyek geothermal di Kecamatan Bittuang. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang Wakil Bupati, Kantor Bupati Tana Toraja, pada Senin (16/3/2026).

Audiensi dihadiri oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto L. Paudanan, Sekretaris Daerah Rudhy Andi Lolo, serta perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geothermal.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati membacakan surat dari Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, yang secara resmi merangkum aspirasi masyarakat mengenai penolakan proyek tersebut. Meski demikian, Erianto menegaskan bahwa kewenangan final berada di tangan kepala daerah.

“Saya hanya mewakili secara seremonial; keputusan langsung diputuskan oleh Bupati,” ujar Erianto di hadapan perwakilan massa.

Sekretaris Daerah, Rudhy Andi Lolo, menjelaskan bahwa secara administratif Pemda tidak memiliki kewenangan penuh untuk membatalkan proyek pusat. Namun, Pemda berkomitmen menjadi jembatan bagi suara rakyat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Langkah-langkah yang telah diambil Pemda:

  • Pengiriman Berkas: Seluruh poin keberatan masyarakat, termasuk aspirasi dari warga Lembang Balla, telah dihimpun.

  • Permohonan Audiensi: Pemda telah mengajukan jadwal resmi untuk bertemu langsung dengan pihak Kementerian ESDM.

  • Koordinasi Lanjutan: Menunggu balasan dari pusat untuk memaparkan alasan penolakan di lapangan.

“Saya sudah minta jadwal permohonan untuk melakukan audiensi, tinggal menunggu balasan dan kami akan bergerak,” tegas Rudhy.

Di sisi lain, pertemuan sempat memanas ketika Sekda mempertanyakan detail lokasi pemukiman dan titik pengembangan proyek kepada warga. Koordinator Masyarakat Adat Balla, Daniel Somba’, menilai hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman Pemda terhadap kondisi geografis wilayahnya sendiri.

Daniel mengungkapkan kekecewaannya karena merasa tanggapan pemerintah masih normatif. Ia mendesak Pemda untuk bekerja lebih maksimal dan berpihak pada masyarakat yang terdampak langsung.

Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020

4 November 2026 - 14:56 WIB

Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi

4 November 2026 - 14:49 WIB

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

28 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Bapperida Toraja Utara Gelar Rakor Penyusunan Rencana Kerja Forum Koordinasi Kopi Berkelanjutan

27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Siap-siap! PWI Sulsel Award dan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2031 Digelar 17 Oktober Nanti

11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Trending di Headline