Menu ✖

Mode Gelap
DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020 Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi Bupati Toraja Utara Buka Rapat Koordinasi Optimalisasi Siskamling, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kasat Lantas Polres Tana Toraja Ajak Siswa MAN Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

Ekobis

Menjemput Fajar Baru: Penyatuan Luwu-Toraja dalam Satu Provinsi Jadi Solusi Keadilan Ekonomi

badge-check


					Menjemput Fajar Baru: Penyatuan Luwu-Toraja dalam Satu Provinsi Jadi Solusi Keadilan Ekonomi Perbesar

Dr. Kristian H. P. Lambe, Dosen UKI Paulus Makassar

MAKASSAR, PEDOMANINDONESIA – Aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu-Toraja kembali menguat. Gagasan ini mencuat bukan sekadar sebagai ambisi administratif, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menggugat ketimpangan pembangunan dan mempercepat pemerataan kesejahteraan di wilayah utara Sulawesi Selatan.

Akademisi sekaligus tokoh masyarakat, Dr. Kristian H. P. Lambe, menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu-Toraja merupakan sebuah keniscayaan sejarah yang berpijak pada landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis yang kuat.

Memangkas Jarak Pelayanan

Secara filosofis, Kristian menjelaskan bahwa kehadiran provinsi baru adalah upaya nyata untuk menghadirkan negara lebih dekat dengan rakyat. Menurutnya, sinergi antara wilayah pesisir Luwu dan kawasan pegunungan Toraja mencerminkan prinsip keseimbangan.

“Pembangunan tidak boleh terpusat pada satu kawasan saja. Penyatuan Luwu dan Toraja dalam satu administrasi provinsi adalah manifestasi kehendak bersama untuk tumbuh secara inklusif dan harmonis,” ujar Kristian dalam keterangan tertulisnya.

Kekuatan Kohesi Sosial dan Ekonomi

Dari sisi sosiologis, hubungan antara masyarakat Luwu dan Toraja telah terjalin erat melalui kesamaan akar sejarah, bahasa, dan adat istiadat. Mobilitas ekonomi di koridor ini pun dinilai sangat dinamis dan saling melengkapi.

Kristian menyoroti potensi besar yang dimiliki kedua wilayah:

  • Sektor Maritim & Logistik: Luwu memiliki Pelabuhan Palopo dan Bandara Bua sebagai simpul perdagangan.

  • Sektor Pariwisata: Toraja telah menjadi ikon pariwisata budaya internasional yang didukung keberadaan Bandara Toraja.

“Secara sosiologis, pemisahan administratif yang terlalu jauh dari pusat pemerintahan saat ini dirasakan kurang efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang mobilitasnya sangat tinggi di kedua wilayah ini,” tambahnya.

Menanti Momentum Moratorium

Secara hukum, usulan ini merujuk pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kristian menekankan pentingnya persiapan matang, mulai dari persetujuan administratif DPRD dan kepala daerah, hingga pemenuhan syarat fisik kewilayahan.

Meski pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pemekaran, Kristian memandang penyusunan kajian akademis harus segera dirampungkan. Hal ini penting agar saat moratorium dicabut, usulan Provinsi Luwu-Toraja sudah memenuhi kualifikasi teknis sebagaimana diatur dalam PP Nomor 78 Tahun 2007.

“Pembentukan provinsi ini juga akan membuka ruang penataan wilayah yang lebih terarah, termasuk rencana pemekaran Kabupaten Toraja Barat dan Toraja Timur di masa depan,” jelasnya.

Penataan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh dan memperkuat integrasi sosial di wilayah tersebut.

Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020

4 November 2026 - 14:56 WIB

Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi

4 November 2026 - 14:49 WIB

DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas

30 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Kasatpol PP Torut Fokus Penegakan Perda, Pengawasan BBM Subsidi, dan Pemadaman Kebakaran

20 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pemkab Toraja Utara Gelar Rakor Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Evaluasi Pelayanan Kelistrikan

16 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Trending di Ekobis