Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tana Toraja Berikan Kejutan di HUT ke-81 TNI, Kapolres Tegaskan Soliditas TNI-Polri Polres Toraja Utara Gelar Pengamanan dan Pengawasan Tradisi Adat Adu Kerbau di Tondon Bupati Toraja Utara Buka Rakor Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas STI Ajak Gen Z Jadi Kreator Pertanian: Bikin Konten, Sebar, Dapat Cuan Kasatpol PP Torut Kerahkan Puluhan Anggota Jaga Ketat SPBU, Pelansir Tersingkirkan DPRD Torut Ancam Bakal RDP DLH Torut Kesekian Kalinya Mempertahankan Maraknya Tambang Galian C di Torut

Headline

GMNI Toraja Utara Dukung BPS Gereja Toraja Berantas Judi di Arena Tedong Silaga

badge-check


					GMNI Toraja Utara Dukung BPS Gereja Toraja Berantas Judi di Arena Tedong Silaga Perbesar

TORAJA UTARA, PEDOMANINDONESIA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Toraja Utara menyatakan sikap tegas mendukung penuh langkah Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja dalam memerangi praktik perjudian dan penyakit sosial lainnya, khususnya yang kerap terjadi di arena Tedong Silaga.

Budaya Bukan Legitimasi Perjudian

Ketua DPC GMNI Toraja Utara, Septian Tulak Lande’, menekankan bahwa meskipun Tedong Silaga adalah bagian dari warisan budaya dan ekspresi adat masyarakat Toraja yang bernilai spiritual tinggi, kesucian nilai tersebut tidak boleh dicederai oleh aktivitas ilegal.

“Pelestarian budaya tidak boleh dijadikan legitimasi bagi praktik yang merusak. Judi dan penyakit sosial lainnya harus diberantas secara sistematis karena bertentangan dengan nilai adat, norma agama, serta hukum yang berlaku,” tegas Septian.

Soroti Keterlibatan Anak di Bawah Umur

Salah satu poin krusial yang disoroti GMNI adalah fenomena miris keterlibatan anak-anak usia sekolah di arena adu kerbau tersebut. Kehadiran pelajar yang bahkan sampai mengabaikan waktu sekolah dianggap sebagai indikasi lemahnya pengawasan sosial yang mengancam masa depan generasi muda.


5 Rekomendasi Solutif GMNI Toraja Utara

Sebagai langkah konkret, GMNI menawarkan lima rekomendasi aplikatif untuk mengatasi persoalan ini:

  1. Penguatan Aturan Berbasis Adat & Gereja: BPS Gereja Toraja diharapkan mengeluarkan imbauan resmi yang disertai komitmen tokoh adat untuk melarang judi di setiap kegiatan Tedong Silaga.

  2. Pembatasan Akses Pelajar: Mendorong keluarga dan gereja untuk melarang anak usia sekolah berada di arena pada jam belajar, dengan pengawasan langsung dari pengurus jemaat.

  3. Edukasi & Pendampingan Pastoral: Memasukkan materi dampak buruk judi dan pentingnya pendidikan dalam khotbah, persekutuan pemuda, serta pembinaan keluarga.

  4. Tata Kelola Waktu Kegiatan: Mengatur jadwal kegiatan budaya agar tidak berbenturan dengan aktivitas akademik siswa.

  5. Kolaborasi Lintas Komunitas: Membangun sinergi antara gereja, tokoh adat, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan untuk menjaga arena tetap bersih dari praktik menyimpang.

Komitmen Pengawalan

DPC GMNI Toraja Utara berkomitmen untuk terus mengawal isu ini secara konstruktif dan siap bersinergi dengan BPS Gereja Toraja guna mewujudkan pelestarian budaya yang bermartabat serta melindungi masa depan generasi muda Toraja.

Baca Lainnya

Kasatpol PP Torut Kerahkan Puluhan Anggota Jaga Ketat SPBU, Pelansir Tersingkirkan

2 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Bertemu Direktur Penataan Daerah, CDOB Toraja Barat Bahas Jalan Menuju Daerah Persiapan

1 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Polres Toraja Utara Gelar Patroli Gabungan dan Razia THM, Seorang Pemuda Diamankan Positif Gunakan Narkoba

28 September 2026 - 12:57 WIB

Kapolres Torut Bersama Dandim 1414/Tator Melayat ke Rumah Duka Korban Penembakan Papua

20 September 2026 - 11:14 WIB

Mendadak Dicopot, Purbaya Tinggalkan Kursi Menteri Keuangan

15 September 2026 - 23:49 WIB

Trending di Headline