Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tana Toraja Berikan Kejutan di HUT ke-81 TNI, Kapolres Tegaskan Soliditas TNI-Polri Polres Toraja Utara Gelar Pengamanan dan Pengawasan Tradisi Adat Adu Kerbau di Tondon Bupati Toraja Utara Buka Rakor Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas STI Ajak Gen Z Jadi Kreator Pertanian: Bikin Konten, Sebar, Dapat Cuan Kasatpol PP Torut Kerahkan Puluhan Anggota Jaga Ketat SPBU, Pelansir Tersingkirkan DPRD Torut Ancam Bakal RDP DLH Torut Kesekian Kalinya Mempertahankan Maraknya Tambang Galian C di Torut

News

Sengketa Lahan Sekolah Rakyat Mengkendek: Ahli Waris Desak Pemkab Tana Toraja Transparan

badge-check


					Sengketa Lahan Sekolah Rakyat Mengkendek: Ahli Waris Desak Pemkab Tana Toraja Transparan Perbesar

TATOR, PEDOMANINDONESIA –

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Likudeata, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, kini menuai polemik. Ahli waris Almarhumah Yohana Sattu Ta’bilangi secara resmi melayangkan keberatan atas klaim sepihak lahan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja yang sedianya akan dijadikan lokasi pembangunan gedung tersebut.

Persoalan ini memuncak saat agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan DPRD Tana Toraja pada Senin (12/1/2026) terpaksa ditunda. Hal ini disebabkan ketidakhadiran perwakilan Pemkab Tana Toraja, sehingga diskusi mencari solusi buntu.

Klaim Historis Sejak 1943

Perwakilan keluarga ahli waris, Bertha Rante dan Piter Lande’, menegaskan bahwa sebagian lahan pembangunan tersebut merupakan tanah milik keluarga yang telah dikuasai secara turun-temurun sejak tahun 1943.

Meskipun Pemkab Tana Toraja berdalih lahan tersebut masuk dalam kawasan hutan yang telah dibebaskan oleh pihak Kehutanan, ahli waris tetap berpegang pada bukti penguasaan fisik dan sejarah kepemilikan keluarga yang sah.

“Kami telah bersurat kepada Ketua DPRD sejak 20 November 2025. Kami hanya meminta kejelasan dan ruang dialog, namun absennya pemerintah dalam RDP hari ini sangat mengecewakan,” ujar Piter Lande’ di Gedung DPRD Tana Toraja.

Desakan Jalur Hukum dan Penghentian Aktivitas

Kekecewaan ahli waris memicu ancaman langkah hukum jika pemerintah daerah terus menunjukkan sikap tidak kooperatif. Piter Lande’ meminta DPRD segera menjadwalkan ulang pertemuan dengan kehadiran pengambil kebijakan dari sisi Pemkab.

Senada dengan itu, Sismai Eliata Tulungallo, perwakilan keluarga lainnya, mendesak agar seluruh aktivitas konstruksi di lokasi sengketa dihentikan sementara.

  • Tuntutan Utama: Penghentian kegiatan di lokasi hingga ada titik temu.

  • Langkah Lanjutan: Jika mediasi kembali gagal, keluarga siap menempuh jalur hukum formal.

Respons DPRD: Ingatkan Kerawanan Tanah Tongkonan

Ketua DPRD Tana Toraja, Kendek Rante, yang memimpin pertemuan tersebut berjanji akan segera menjadwalkan ulang RDP. Ia juga memberikan peringatan keras kepada instansi terkait, khususnya Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk lebih berhati-hati dalam menerbitkan sertifikat di wilayah Toraja.

“Tanah di Toraja memiliki karakteristik khusus, mayoritas adalah tanah Tongkonan yang merupakan milik bersama. Semua pihak harus sangat teliti agar pembangunan fasilitas publik tidak mengabaikan hak-hak adat dan waris masyarakat,” tegas Kendek Rante.

Latar Belakang Proyek

Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) beserta fasilitas pendukungnya ini dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya. Sebelumnya, pada November 2025, pihak kontraktor sempat menggelar doa bersama di Kantor Camat Mengkendek sebagai tanda dimulainya proyek. Namun, dengan adanya polemik lahan ini, kelanjutan pembangunan kini bergantung pada hasil mediasi antara pemerintah dan ahli waris.

 

Baca Lainnya

Bupati Toraja Utara Buka Rakor Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas

6 Oktober 2026 - 04:39 WIB

Bertemu Direktur Penataan Daerah, CDOB Toraja Barat Bahas Jalan Menuju Daerah Persiapan

1 Oktober 2026 - 07:58 WIB

DPRD dan Pemkab Toraja Utara Setujui Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

1 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Sopir Asal Toraja Diduga Jadi Korban Kekerasan Kelompok Bersenjata di Habema

17 September 2026 - 19:37 WIB

Plt Kadis PUPR Toraja Utara Tegaskan Pembongkaran Eks RS Pongtiku Murni Gotong Royong, Belum Ada Pemenang Tender

17 September 2026 - 08:19 WIB

Trending di Hukum