Menu

Mode Gelap
Diduga Rusak Kebun Warga, Pemilik Kerbau yang Dilepas di Belau Utara Terancam Dipolisikan Candaan Komika Pandji Berujung Sanksi Adat di Toraja, Jadi Pengingat Pentingnya Sensitivitas Budaya Polres Toraja Utara Amankan Oknum Nakes Terkait Dugaan Kurir Sabu Menjemput Fajar Baru: Penyatuan Luwu-Toraja dalam Satu Provinsi Jadi Solusi Keadilan Ekonomi Catat! Polres Tana Toraja Mulai Operasi Keselamatan 2026, Ini Sasaran Operasinya Edarkan Sabu di Tana Toraja dan Toraja Utara, 4 Orang Terancam 20 Tahun Penjara

Uncategorized

Candaan Komika Pandji Berujung Sanksi Adat di Toraja, Jadi Pengingat Pentingnya Sensitivitas Budaya

badge-check


					Candaan Komika Pandji Berujung Sanksi Adat di Toraja, Jadi Pengingat Pentingnya Sensitivitas Budaya Perbesar

SANGALLA, PEDOMANINDONESIA.ID, – Candaan yang disampaikan komika Pandji Pragiwaksono dalam salah satu materi komedinya berujung pada sanksi adat dari masyarakat Toraja. Materi tersebut dinilai menyinggung adat dan budaya Toraja, sehingga Pandji dijatuhi denda adat berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam.

Sidang adat digelar di Tongkonan Layuk Kaero, Kecamatan Sangalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (10/2/2026). Prosesi berlangsung khidmat dengan dihadiri para tokoh adat, pemangku adat, serta 32 perwakilan wilayah adat Toraja. Kehadiran para pemangku adat menunjukkan bahwa persoalan ini dipandang serius sebagai bagian dari upaya menjaga martabat budaya dan nilai-nilai leluhur.

Di hadapan para tokoh adat, Pandji secara terbuka menyampaikan permohonan maaf. Ia mengakui bahwa materi yang dibawakan lahir dari keterbatasan pemahaman terhadap filosofi dan makna budaya Toraja. Permintaan maaf tersebut diterima sebagai bentuk itikad baik dan tanggung jawab moral atas ucapan yang dinilai menyinggung.

Sanksi adat yang dijatuhkan bukan semata-mata hukuman, melainkan sarana edukasi dan pemulihan hubungan. Dalam tradisi Toraja, denda adat memiliki makna simbolik sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus upaya memulihkan harmoni sosial yang terganggu akibat ucapan atau perbuatan seseorang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi publik, khususnya para figur publik dan kreator konten, bahwa kebebasan berekspresi perlu dibarengi dengan sensitivitas budaya. Indonesia yang kaya akan ragam adat istiadat menuntut sikap saling menghormati agar keberagaman tetap terjaga dalam bingkai persatuan.

Melalui proses adat ini, masyarakat Toraja menunjukkan kearifan lokal dalam menyelesaikan persoalan secara bermartabat, damai, dan mendidik. Di sisi lain, sikap terbuka untuk meminta maaf juga menjadi teladan bahwa menghormati budaya setempat adalah bagian dari etika hidup bersama di tengah keberagaman.

Baca Lainnya

Menjemput Fajar Baru: Penyatuan Luwu-Toraja dalam Satu Provinsi Jadi Solusi Keadilan Ekonomi

8 Februari 2026 - 10:31 WIB

Catat! Polres Tana Toraja Mulai Operasi Keselamatan 2026, Ini Sasaran Operasinya

2 Februari 2026 - 22:32 WIB

Edarkan Sabu di Tana Toraja dan Toraja Utara, 4 Orang Terancam 20 Tahun Penjara

30 Januari 2026 - 15:52 WIB

Bandingkan dengan Bandung, Tokoh Masyarakat Balla Ungkap Alasan Tolak Panas Bumi di Tana Toraja

27 Januari 2026 - 19:32 WIB

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Polres Toraja Utara Panggil 4 Agen LPG dan Skors 2 Pangkalan Nakal

27 Januari 2026 - 19:25 WIB

Trending di Headline