Menu

Mode Gelap
Kapolres Torut Bersama Dandim 1414/Tator Melayat ke Rumah Duka Korban Penembakan Papua Dua PPPK Disdik Banyuasin Terjaring OTT, Diduga Pungut Fee dari 21 Kepala Sekolah Sopir Asal Toraja Diduga Jadi Korban Kekerasan Kelompok Bersenjata di Habema Plt Kadis PUPR Toraja Utara Tegaskan Pembongkaran Eks RS Pongtiku Murni Gotong Royong, Belum Ada Pemenang Tender Mendadak Dicopot, Purbaya Tinggalkan Kursi Menteri Keuangan Insiden MBG di Tana Toraja, Loice Christiana Mangontan: “Ini Murni Musibah, Kami Minta Maaf”

Headline

Pembelajaran 5 Hari Siswa SD di Tator di Nilai Belum Maksimal

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

TATOR, PEDOMANINDONESIA – Penerapan sistem lima hari belajar bagi siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tana Toraja dinilai belum efektif untuk dilaksanakan saat ini.

Informasi yang diperoleh di lapangan kebijakan lima hari belajar itu berdasarkan Surat Edaran Bupati Tana Toraja Nomor: 342/0398/DIKNAS/XII/2025 Tentang Pelaksanaan Lima Hari Kerja, Jadwal Seragam Sekolah dan Penggunaan Bahasa Pada Satuan Pendidikan PAUD, SD/MI dan SMP/MTs Dalam Lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Toraja.

Dalam kebijakan tersebut, siswa masuk mulai hari Senin hingga Jumat. Sebagian sekolah dasar pun menerapkan jam belajar mulai hari Senin-Kamis dari pukul 07.30 Wita sampai 14.00 Wita.

Kebijakan lima hari belajar ini menuai sorotan dari sejumlah pihak karena belum meratanya pembagian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh sekolah dasar di wilayah kabupaten Tana Toraja.

Sejumlah sekolah dasar di Tana Toraja diketahui belum mendapatkan jatah makanan bergizi gratis. Tidak menutup kemungkinan kondisi ini membuat siswa harus mengikuti proses belajar mengajar dalam keadaan lapar.

“Anak-anak pulang jam dua siang, tapi tidak semua sekolah mendapat makanan bergizi gratis. Kalau tidak bawa bekal, mereka mungkin akan kelaparan,” ungkap Ketua LSM Control Analisa Temuan Rakyat Toraja (Catur), Barnabas Solon di Makale, Selasa, 13 Januari 2026.

Meski ada sebagian siswa membawa bekal dari rumah, lanjut Barnabas, hal tersebut justru bisa menambah beban pengeluaran orang tua. Terlebih bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, kebijakan jam belajar panjang tanpa dukungan asupan gizi dinilai memberatkan.

Orang tua khawatir kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi belajar serta kesehatan siswa. Anak-anak yang belum mendapat makanan bergizi gratis dinilai belum siap mengikuti jam belajar yang relatif panjang.

Dirinya pun meminta agar penerapan sistem lima hari belajar ditunda sementara, hingga seluruh sekolah di Kabupaten Tana Toraja menerima pembagian Makanan Bergizi Gratis secara merata.

“Pemerintah daerah diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tersebut agar pelaksanaan sistem lima hari belajar benar-benar memperhatikan kesiapan sekolah, kondisi siswa, serta kemampuan ekonomi orang tua,” tutupnya.

Baca Lainnya

Kapolres Torut Bersama Dandim 1414/Tator Melayat ke Rumah Duka Korban Penembakan Papua

20 September 2026 - 11:14 WIB

Sopir Asal Toraja Diduga Jadi Korban Kekerasan Kelompok Bersenjata di Habema

17 September 2026 - 19:37 WIB

Plt Kadis PUPR Toraja Utara Tegaskan Pembongkaran Eks RS Pongtiku Murni Gotong Royong, Belum Ada Pemenang Tender

17 September 2026 - 08:19 WIB

Mendadak Dicopot, Purbaya Tinggalkan Kursi Menteri Keuangan

15 September 2026 - 23:49 WIB

Insiden MBG di Tana Toraja, Loice Christiana Mangontan: “Ini Murni Musibah, Kami Minta Maaf”

15 September 2026 - 13:54 WIB

Trending di Headline