Menu

Mode Gelap
Antrean Panjang di SPBU, Warga Tator Desak Dinas Terkait Turun Lapangan Melakukan Investigasi Sejumlah Warga Kecewa Tidak Kebagian Tabung 3 Kg di Kegiatan Pasar Murah Pemda Torut Kantor PWI Sulsel Disambangi Tenaga Ahli Dewan Pers Hendrayana Dilantik Jadi Kepala Inspektorat, Yaya Rundupadang Berkomitmen Fokus Selesaikan Temuan BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Kepala BKPSDM Torut Mengaku Belum Terima Data Jumlah PPPK yang Akan Dirumahkan

Headline

Antrean Panjang di SPBU, Warga Tator Desak Dinas Terkait Turun Lapangan Melakukan Investigasi

badge-check


					Antrean Panjang di SPBU, Warga Tator Desak Dinas Terkait Turun Lapangan Melakukan Investigasi Perbesar

TATOR, PedomanIndonesia – Antrean panjang yang kerap terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tana Toraja (Tator) akhir-akhir ini mulai dikeluhkan warga. Kondisi ini membuat sejumlah sopir mengaku sangat dirugikan karena waktu mereka habis terbuang dalam antrean.

Salah seorang sopir, Rian, saat ditemui di tengah antrean panjang di SPBU Kasimpon, Kecamatan Makale, mengungkapkan keluhannya kepada media, Jumat (09/07/2026).

“Besar harapan kami agar dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Jangan sampai ada lagi oknum-oknum mafia BBM yang melakukan penimbunan dan merugikan kami masyarakat kecil,” ujar Rian.

Tak hanya itu, Rian mengaku dirinya sudah mengantre sejak pagi buta, namun hingga siang hari belum juga mendapatkan giliran mengisi bahan bakar.

“Saya mengantre dari jam 06.00 pagi sampai sekarang sudah jam 12.00 siang, tetapi belum juga dapat BBM. Ini jelas sekali merugikan kami, Pak, karena waktu kami habis dan kami tidak bisa keluar mencari penumpang,” keluh Rian kecewa.

Ia pun berharap ada ketegasan dari pihak berwenang dan pengelola SPBU untuk menertibkan kendaraan yang melakukan pengisian berulang kali dalam sehari demi keuntungan sepihak.

“Sekarang kan BBM lagi susah. Kalau bisa, kendaraan yang mengantre dua kali atau berkali-kali dalam sehari itu dihentikan dan ditindak tegas, Pak. Harus ada pembatasan karena kondisinya lagi sulit seperti ini,” pungkas Rian. (Rap/Red)

Baca Lainnya

Kantor PWI Sulsel Disambangi Tenaga Ahli Dewan Pers Hendrayana

25 Juni 2026 - 07:20 WIB

BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi

18 Juni 2026 - 18:25 WIB

Kepala BKPSDM Torut Mengaku Belum Terima Data Jumlah PPPK yang Akan Dirumahkan

18 Juni 2026 - 18:20 WIB

Bupati Torut Lantik Sejumlah Pejabat Tegaskan Utamakan Pelayanan

18 Juni 2026 - 14:24 WIB

BERITA KEHILANGAN SERTIPIKAT HAK MILIK

17 Juni 2026 - 15:10 WIB

Trending di Headline