Menu

Mode Gelap
Dilantik Jadi Kepala Inspektorat, Yaya Rundupadang Berkomitmen Fokus Selesaikan Temuan BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Kepala BKPSDM Torut Mengaku Belum Terima Data Jumlah PPPK yang Akan Dirumahkan Bupati Torut Lantik Sejumlah Pejabat Tegaskan Utamakan Pelayanan BERITA KEHILANGAN SERTIPIKAT HAK MILIK Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

Headline

BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi

badge-check


					BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Perbesar

TATOR, PEDOMANINDONESIA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja menggelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi (Renkon) Tanah Longsor. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung Perpustakaan Kabupaten Tana Toraja pada Rabu (17/06/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto L. Paundanan. Turut hadir dalam acara ini, Tenaga Ahli Kebencanaan Sulawesi Selatan Leonardy Sambo, Kepala BPBD Tana Toraja Christian Sakkung, perwakilan BMKG, TNI-Polri, Camat, Kepala Lembang, Basarnas, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Erianto L. Paundanan menegaskan bahwa bencana tanah longsor masih menjadi salah satu ancaman dengan tingkat risiko tinggi di Kabupaten Tana Toraja. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah antisipatif yang terencana dan terukur melalui penyusunan skenario kontingensi yang melibatkan seluruh unsur kebencanaan.

“Rencana kontingensi ini menjadi pedoman bagi seluruh pihak terkait untuk mengetahui siapa melakukan apa, kapan, dan bagaimana dalam merespons bencana tanah longsor. Dengan demikian, koordinasi penanganan darurat dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPBD Tana Toraja, Christian Sakkung, menjelaskan bahwa kondisi geografis Tana Toraja didominasi oleh wilayah pegunungan dan lembah. Tingginya curah hujan, ditambah dengan bentang wilayah aliran Sungai Sa’dang yang luas serta kemiringan lereng yang cukup curam, membuat potensi bencana tanah longsor tidak dapat diabaikan.

Menurutnya, data BPBD dalam tiga tahun terakhir menunjukkan kejadian tanah longsor telah berdampak pada lebih dari 10 kecamatan yang masuk dalam kategori berisiko tinggi.

“Karena itu, kita perlu bekerja secara kolaboratif dan memahami peran masing-masing. Mulai dari OPD kebencanaan, TNI-Polri, Basarnas, BMKG, hingga unsur yang melibatkan PMI dan media. Ini adalah jantung dari kesiapsiagaan kita dalam menghadapi potensi bencana tanah longsor,” kata Christian.

Melalui lokakarya ini, para peserta bersama-sama menyusun skenario kejadian, menentukan asumsi dampak bencana, mengidentifikasi kebutuhan sumber daya, serta merumuskan mekanisme koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan terjadinya tanah longsor berskala besar di wilayah Tana Toraja.

Hasil penyusunan Rencana Kontingensi Tanah Longsor tersebut selanjutnya akan memasuki tahap asistensi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Setelah mendapatkan penyempurnaan dan rekomendasi, dokumen tersebut akan diajukan kepada Bupati Tana Toraja untuk ditetapkan dan ditandatangani sebagai dokumen resmi kesiapsiagaan serta pedoman penanganan darurat di Kabupaten Tana Toraja.

Baca Lainnya

Dilantik Jadi Kepala Inspektorat, Yaya Rundupadang Berkomitmen Fokus Selesaikan Temuan

18 Juni 2026 - 18:40 WIB

Kepala BKPSDM Torut Mengaku Belum Terima Data Jumlah PPPK yang Akan Dirumahkan

18 Juni 2026 - 18:20 WIB

Bupati Torut Lantik Sejumlah Pejabat Tegaskan Utamakan Pelayanan

18 Juni 2026 - 14:24 WIB

BERITA KEHILANGAN SERTIPIKAT HAK MILIK

17 Juni 2026 - 15:10 WIB

Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

14 Juni 2026 - 11:14 WIB

Trending di Hukum