Menu

Mode Gelap
Wujudkan Masyarakat Sa’dan Maju dan Makmur, Puskesmas Sa’dan Malimbong Tingkatkan Pelayanan Layak Perkuat Kemitraan dan Transparansi Informasi, Kapolres Toraja Utara Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Insan Pers Penyegaran Struktur Organisasi, Kapolres Toraja Utara Pimpin Sertijab Tiga Kapolsek dan Lantik Kasi Humas Baru Polres Tana Toraja Ringkus 2 Pemuda Asal Enrekang, 103 Sachet Narkotika Siap Edar Disita Formasi Rumah Adat Tongkonan Paskibra Tana Toraja Memukau Peserta Upacara HUT ke-81 RI PKK Toraja Utara Didorong Perkuat Literasi, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat

Headline

Antrean Panjang di SPBU, Warga Tator Desak Dinas Terkait Turun Lapangan Melakukan Investigasi

badge-check


					Antrean Panjang di SPBU, Warga Tator Desak Dinas Terkait Turun Lapangan Melakukan Investigasi Perbesar

TATOR, PedomanIndonesia – Antrean panjang yang kerap terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tana Toraja (Tator) akhir-akhir ini mulai dikeluhkan warga. Kondisi ini membuat sejumlah sopir mengaku sangat dirugikan karena waktu mereka habis terbuang dalam antrean.

Salah seorang sopir, Rian, saat ditemui di tengah antrean panjang di SPBU Kasimpon, Kecamatan Makale, mengungkapkan keluhannya kepada media, Jumat (09/07/2026).

“Besar harapan kami agar dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Jangan sampai ada lagi oknum-oknum mafia BBM yang melakukan penimbunan dan merugikan kami masyarakat kecil,” ujar Rian.

Tak hanya itu, Rian mengaku dirinya sudah mengantre sejak pagi buta, namun hingga siang hari belum juga mendapatkan giliran mengisi bahan bakar.

“Saya mengantre dari jam 06.00 pagi sampai sekarang sudah jam 12.00 siang, tetapi belum juga dapat BBM. Ini jelas sekali merugikan kami, Pak, karena waktu kami habis dan kami tidak bisa keluar mencari penumpang,” keluh Rian kecewa.

Ia pun berharap ada ketegasan dari pihak berwenang dan pengelola SPBU untuk menertibkan kendaraan yang melakukan pengisian berulang kali dalam sehari demi keuntungan sepihak.

“Sekarang kan BBM lagi susah. Kalau bisa, kendaraan yang mengantre dua kali atau berkali-kali dalam sehari itu dihentikan dan ditindak tegas, Pak. Harus ada pembatasan karena kondisinya lagi sulit seperti ini,” pungkas Rian. (Rap/Red)

Baca Lainnya

Polres Tana Toraja Ringkus 2 Pemuda Asal Enrekang, 103 Sachet Narkotika Siap Edar Disita

21 Agustus 2026 - 17:04 WIB

PKK Toraja Utara Didorong Perkuat Literasi, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat

16 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Bukan Sekadar KKN: Mahasiswa Unhas Bangun Peta Digital dan Potensi Wisata Toraja Utara

14 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Tekan Angka Anak Putus Sekolah, SMK Kristen Tagari Rantepao Gelar Pelatihan Alat Berat dan Forklift Gratis

13 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Polres Tator Sebut Tidak Tertutup Kemungkinan Ada TSK Lain dalam Kasus Mafia BBM yang Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

1 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Trending di Headline