Menu

Mode Gelap
Warga Perumahan Mario Nanggala Raya Keluhkan Minimnya Fasilitas Umum dan Air Bersih Anggota DPRD Dapil 4 Nyatakan Sikap Tolak Proyek Geotermal Bittuang Terminal Makale Kian Sesak, Dishub Tana Toraja Mulai “Bersih-bersih” Oknum Mengaku Wartawan Tak Berkutik Diringkus Resmob, Modus Tipu Jual-Beli Kerbau Senilai Rp70 Juta untuk Acara Adat! Sekcam Masanda Siap Pasang Badan Basmi Kerbau Liar yang Merusak Tanaman Warga di Belau Utara Transparansi Dana BOS di SDN 6 Masanda Disorot, Inspektorat Diminta Segera Audit

Ekobis

Warga Perumahan Mario Nanggala Raya Keluhkan Minimnya Fasilitas Umum dan Air Bersih

badge-check


					Warga Perumahan Mario Nanggala Raya Keluhkan Minimnya Fasilitas Umum dan Air Bersih Perbesar

PARE-PARE, PEDOMANINDONESIA – Sejumlah penghuni Perumahan Mario Nanggala Raya, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, mengeluhkan buruknya pemenuhan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di lingkungan mereka. Beberapa poin krusial yang disorot meliputi ketiadaan tempat ibadah, sulitnya akses air bersih, hingga masalah keamanan jalan.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak pengembang (developer) yang dinilai abai terhadap janji penyediaan fasilitas.

Hingga saat ini, warga mengaku kesulitan untuk beribadah secara berjamaah karena tidak adanya musala atau masjid di area perumahan.

“Seharusnya sejak awal pengelola sudah menyiapkan tempat ibadah, setidaknya musala. Tapi sampai sekarang nihil,” ujar narasumber tersebut, Kamis (19/02/2026).

Selain itu, akses air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum menyentuh perumahan ini. Warga terpaksa bergantung pada sumur bor milik pihak ketiga dengan biaya bulanan, meski kualitas air seringkali tidak layak.

“Kami bayar tiap bulan, tapi airnya sering keruh dan berbau tidak sedap,” lanjutnya.

Kondisi akses masuk perumahan juga dikeluhkan karena minimnya Lampu Jalan Umum (PJU). Jalur yang melewati area hutan tersebut menjadi gelap gulita saat malam hari, sehingga memicu rasa waswas bagi pengendara, termasuk ojek daring.

“Jalan masuk sangat gelap kalau malam. Seringkali tukang ojek tidak berani masuk, sehingga kami terpaksa jalan kaki dari luar,” keluhnya.

Tak hanya itu, tumpukan sampah di persimpangan jalan masuk turut menjadi persoalan. Selain menimbulkan bau busuk, sampah yang berserakan akibat ulah hewan liar seringkali membahayakan pengendara motor yang melintas. Warga berharap ada ketegasan dari pihak pengelola dan kesadaran dari masyarakat luar agar tidak membuang sampah sembarangan di area tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang memadai memang belum terlihat sepenuhnya di lokasi tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengembang belum memberikan tanggapan atau konfirmasi meski telah dihubungi oleh awak media untuk memberikan klarifikasi.

Penulis: Bala

Baca Lainnya

Anggota DPRD Dapil 4 Nyatakan Sikap Tolak Proyek Geotermal Bittuang

19 Februari 2026 - 12:06 WIB

Terminal Makale Kian Sesak, Dishub Tana Toraja Mulai “Bersih-bersih”

18 Februari 2026 - 09:29 WIB

Oknum Mengaku Wartawan Tak Berkutik Diringkus Resmob, Modus Tipu Jual-Beli Kerbau Senilai Rp70 Juta untuk Acara Adat!

17 Februari 2026 - 19:19 WIB

Sekcam Masanda Siap Pasang Badan Basmi Kerbau Liar yang Merusak Tanaman Warga di Belau Utara

14 Februari 2026 - 09:56 WIB

Diduga Rusak Kebun Warga, Pemilik Kerbau yang Dilepas di Belau Utara Terancam Dipolisikan

12 Februari 2026 - 05:21 WIB

Trending di Ekobis