Menu ✖

Mode Gelap
DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020 Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi Bupati Toraja Utara Buka Rapat Koordinasi Optimalisasi Siskamling, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kasat Lantas Polres Tana Toraja Ajak Siswa MAN Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

Headline

Sekcam Masanda Siap Pasang Badan Basmi Kerbau Liar yang Merusak Tanaman Warga di Belau Utara

badge-check


					Sekcam Masanda Siap Pasang Badan Basmi Kerbau Liar yang Merusak Tanaman Warga di Belau Utara Perbesar

TATOR, PEDOMANINDONESIA – Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Masanda, Herman Kala’ Lembang, menegaskan kesiapannya untuk “pasang badan” demi kesejahteraan petani di Lembang Belau Utara. Hal ini dilakukan guna menyikapi keluhan warga terkait kerbau liar milik oknum tertentu yang merusak tanaman petani.

Pernyataan tersebut disampaikan Herman saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp pada Rabu (12/02/2026).

Herman menjelaskan bahwa lokasi tersebut awalnya dikembangkan oleh orang tua terdahulu. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak warga yang menggarap lahan di sana untuk berkebun.

“Awalnya lokasi tersebut dikembangkan oleh orang tua. Namun, melihat banyaknya keluarga yang mulai berkebun di sana, orang tua memerintahkan agar kerbau dikeluarkan karena sudah merusak tanaman. Perintah itu datang langsung dari orang tua kandung saya, Pak Renden. Beliau memerintahkan saya mengeluarkan kerbau-kerbau itu karena merusak hasil kebun masyarakat,” ujar Herman.

Ia menegaskan bahwa saat ini tidak boleh lagi ada kerbau yang dilepas secara liar di area tersebut karena sangat merugikan para petani.

Herman menekankan bahwa pemilik ternak seharusnya lebih bijak dan memikirkan kepentingan orang banyak. Ia menyarankan metode peternakan yang lebih modern dan terlokalisasi.

“Bagi saya, tidak ada dasar lagi untuk memasukkan kerbau ke sana. Jika masih ada yang memasukkan kerbau, berarti mereka tidak memikirkan kehidupan orang banyak. Kecuali jika punya lahan pribadi, ditanami rumput, dan kerbaunya dikandangkan. Itu solusi terbaik,” tegasnya.

Herman juga memberikan contoh dari dirinya sendiri. Meski memiliki lima induk kerbau, ia tidak melepasnya ke area perkebunan warga.

“Saya sarankan Pak Lembang untuk berpikir lebih sehat dengan mengeluarkan kerbau dan mengandangkannya secara modern. Jangan hanya memikirkan diri sendiri, tapi pikirkan kehidupan banyak orang. Saya tegaskan, tidak ada lagi alasan melepas kerbau di sana karena itu sudah menjadi kebun masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Daud Tandi Arruan, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat yang juga merupakan masyarakat asli Belau Utara, menyatakan ketidaksetujuannya jika kerbau-kerbau tersebut dikeluarkan dari lokasi. Menurutnya, wilayah itu secara historis merupakan tempat pelepasan kerbau.

“Saya tidak setuju kalau kerbau dikeluarkan, karena lokasi tersebut adalah tempat pelepasan kerbau peninggalan orang tua kami. Sesuai aturan, jika ada keluarga yang ingin berkebun di situ, merekalah yang harus membuat pagar agar kerbau tidak masuk,” ungkap Daud.

Daud menjelaskan bahwa solusi terbaik adalah kolaborasi antara pemilik ternak dan petani, bukan dengan mengusir ternak dari lokasi tersebut.

“Jalan satu-satunya adalah kerja sama. Pemilik kerbau dan warga yang berkebun harus bersama-sama membangun pagar. Dengan begitu, keduanya aman; pemilik kerbau tenang, dan tanaman petani juga terlindungi dari gangguan ternak,” pungkas Daud.

Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020

4 November 2026 - 14:56 WIB

Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi

4 November 2026 - 14:49 WIB

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

28 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Bapperida Toraja Utara Gelar Rakor Penyusunan Rencana Kerja Forum Koordinasi Kopi Berkelanjutan

27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Siap-siap! PWI Sulsel Award dan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2031 Digelar 17 Oktober Nanti

11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Trending di Headline