Menu ✖

Mode Gelap
DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020 Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi Bupati Toraja Utara Buka Rapat Koordinasi Optimalisasi Siskamling, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kasat Lantas Polres Tana Toraja Ajak Siswa MAN Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

Ekobis

Warga Perumahan Mario Nanggala Raya Keluhkan Minimnya Fasilitas Umum dan Air Bersih

badge-check


					Warga Perumahan Mario Nanggala Raya Keluhkan Minimnya Fasilitas Umum dan Air Bersih Perbesar

PARE-PARE, PEDOMANINDONESIA – Sejumlah penghuni Perumahan Mario Nanggala Raya, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, mengeluhkan buruknya pemenuhan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di lingkungan mereka. Beberapa poin krusial yang disorot meliputi ketiadaan tempat ibadah, sulitnya akses air bersih, hingga masalah keamanan jalan.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak pengembang (developer) yang dinilai abai terhadap janji penyediaan fasilitas.

Hingga saat ini, warga mengaku kesulitan untuk beribadah secara berjamaah karena tidak adanya musala atau masjid di area perumahan.

“Seharusnya sejak awal pengelola sudah menyiapkan tempat ibadah, setidaknya musala. Tapi sampai sekarang nihil,” ujar narasumber tersebut, Kamis (19/02/2026).

Selain itu, akses air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum menyentuh perumahan ini. Warga terpaksa bergantung pada sumur bor milik pihak ketiga dengan biaya bulanan, meski kualitas air seringkali tidak layak.

“Kami bayar tiap bulan, tapi airnya sering keruh dan berbau tidak sedap,” lanjutnya.

Kondisi akses masuk perumahan juga dikeluhkan karena minimnya Lampu Jalan Umum (PJU). Jalur yang melewati area hutan tersebut menjadi gelap gulita saat malam hari, sehingga memicu rasa waswas bagi pengendara, termasuk ojek daring.

“Jalan masuk sangat gelap kalau malam. Seringkali tukang ojek tidak berani masuk, sehingga kami terpaksa jalan kaki dari luar,” keluhnya.

Tak hanya itu, tumpukan sampah di persimpangan jalan masuk turut menjadi persoalan. Selain menimbulkan bau busuk, sampah yang berserakan akibat ulah hewan liar seringkali membahayakan pengendara motor yang melintas. Warga berharap ada ketegasan dari pihak pengelola dan kesadaran dari masyarakat luar agar tidak membuang sampah sembarangan di area tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang memadai memang belum terlihat sepenuhnya di lokasi tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengembang belum memberikan tanggapan atau konfirmasi meski telah dihubungi oleh awak media untuk memberikan klarifikasi.

Penulis: Bala

Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020

4 November 2026 - 14:56 WIB

Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi

4 November 2026 - 14:49 WIB

Pemkab Toraja Utara Gelar Rakor Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Evaluasi Pelayanan Kelistrikan

16 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Siap-siap! PWI Sulsel Award dan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2031 Digelar 17 Oktober Nanti

11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Breaking News: Puluhan Siswa dan Guru SMAN 3 Torut Diduga Keracunan MBG, Cabdisdik Sulsel Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Trending di Headline