Menu

Mode Gelap
Cegah Kebakaran Hutan, Kepala Lembang Paku Masanda Ajak Warga Laporkan Pelaku Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Penemuan Mayat Ibu dan Bayi di Tallunglipu DPRD Tator Rekomendasikan Penghentian Sementara SPPG Batupapan 1 dan Keluarkan 7 Poin Penting Usai Dugaan Kasus Keracunan MBG DPRD Tator Minta Pemda Hentikan Sementara Program MBG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan Sejumlah Siswa SMPN 1 Makale Diduga Kuat Keracunan Makanan MBG BPBD Toraja Utara Salurkan 8.000 Liter Air Bersih Tanggulangi Dampak Kekeringan

Headline

Tekan Angka Anak Putus Sekolah, SMK Kristen Tagari Rantepao Gelar Pelatihan Alat Berat dan Forklift Gratis

badge-check


					Tekan Angka Anak Putus Sekolah, SMK Kristen Tagari Rantepao Gelar Pelatihan Alat Berat dan Forklift Gratis Perbesar

TORUT, PEDOMANINDONESIA — Di bawah kepemimpinan Mikhael John Paerunan selaku Kepala Sekolah, SMK Kristen Tagari Rantepao terus melakukan berbagai langkah nyata untuk membantu menekan angka anak putus sekolah. Salah satu program andalannya adalah pelatihan gratis pengoperasian alat berat dan forklift.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Mikhael John Paerunan saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Rabu (12/8/2026).

“Setiap tahun kami memprogramkan Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) gratis untuk alat berat jenis ekskavator dan forklift, yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Forklift sendiri merupakan alat mekanis yang biasa digunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang-barang, seperti di kawasan pelabuhan,” ujar Mikhael.

John menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Pada gelombang pelatihan terakhir, sebanyak 80 peserta telah berhasil menyelesaikan program. Dalam waktu dekat, pihak sekolah akan kembali membuka angkatan baru.

“Baru-baru ini kami menyelesaikan pelatihan yang diikuti 80 peserta. Tidak lama lagi, kami akan kembali mengadakan pelatihan serupa untuk angkatan berikutnya dengan kuota 40 orang peserta,” jelasnya.

Guna memastikan kepastian karier para lulusan pelatihan, SMK Kristen Tagari Rantepao menjalin sinergi dengan pemerintah daerah setempat.

“Program ini kami jalankan bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan. Jadi, sertifikat resmi yang didapatkan peserta diterbitkan langsung oleh pihak dinas,” ungkap John.

Mengenai persyaratan peserta, John menjelaskan bahwa program ini dikhususkan bagi generasi muda yang memenuhi kriteria usia produktif dan kualifikasi keselamatan kerja.

“Syaratnya minimal lulusan SMK dengan usia maksimal 24 tahun, karena operasional alat berat membutuhkan standar kualifikasi dan kematangan usia tertentu. Puji Tuhan, para alumni dari kegiatan pelatihan ini seluruhnya sudah terserap di dunia kerja,” pungkas John.

Baca Lainnya

Cegah Kebakaran Hutan, Kepala Lembang Paku Masanda Ajak Warga Laporkan Pelaku

10 September 2026 - 08:43 WIB

Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Penemuan Mayat Ibu dan Bayi di Tallunglipu

9 September 2026 - 17:57 WIB

DPRD Tator Rekomendasikan Penghentian Sementara SPPG Batupapan 1 dan Keluarkan 7 Poin Penting Usai Dugaan Kasus Keracunan MBG

5 September 2026 - 08:24 WIB

DPRD Tator Minta Pemda Hentikan Sementara Program MBG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan

4 September 2026 - 12:35 WIB

Sejumlah Siswa SMPN 1 Makale Diduga Kuat Keracunan Makanan MBG

3 September 2026 - 15:06 WIB

Trending di Headline