PANAMA,PEDOMANINDONESIA.ID – Indonesia kembali mencatatkan sejarah di panggung dunia lewat prestasi gemilang di bidang pendidikan.
Herson Rasyha Wilajaya (14), pelajar SMP IT Al Biruni Mandiri, Kota Makassar, berhasil menjuarai atau keluar menjadi Grand Champion di ajang bergengsi ALOHA, Mental Arithmetic Internasional yang dipusatkan di Panama, Amerika Tengah, 27 Juli 2026.
Torehan prestasi yang diukir salah satu putra terbaik bangsa, kelahiran Majene, Sulawesi Barat, 18 Juni 2012 itu merupakan pencapaian yang sangat luar biasa.
Kesuksesan yang diraih Herson di kancah internasional menjadi kado sekaligus hadiah membanggakan bagi bangsa Indonesia jelang peringatan hari Kemerdekaan RI ke 81 tahun.
Pada kompetisi dunia yang di selenggarakan di Convention Center, Panama, Amerika Tengah, siswa kelas 3 Sekolah Menengah Pertama itu berhasil menyingkirkan ratusan bahkan ribuan peserta dari puluhan negara.
Adapun total peserta pada ajang tersebut mencapai kurang lebih 1000 orang. Berasal dari 21 negara.
Gelar Grand Champion berhasil di sabet Herson setelah dirinya berhasil menyelesaikan 70 soal dengan catatan waktu kurang dari 5 menit.
Kompetisi ALOHA Mental Aritmatika Internasional sendiri merupakan ajang tahunan yang mempertemukan seribu anak-anak jenius dari puluhan negara di dunia untuk menguji kecepatan dan akurasi berhitung.
Ketekunan dan kerja keras Herson dengan mempersiapkan diri selama kurang lebih 2 bulan. Mulai April hingga pertengahan Juli,!akhirnya membuahkan hasil yang tidak hanya mengharumkan nama sekolahnya SMP IT Al Biruni Mandiri.
Namun, remaja dengan tinggi badan 172 Cm serta anak ketiga dari empat bersaudara ini mampu membanggakan daerah. Bukan hanya Sulbar, Makassar dan Sulsel tetapi negara Indonesia sekaligus berhasil ia banggakan di kancah dunia lewat bidang pendidikan.
“Ini merupakan pencapaian tertinggi dalam hidup saya, kerja keras, ketekunan dalam belajar akhirnya membuahkan hasil,” tegas Herson lewat pesan singkatnya, Rabu (28/2026).
Putra asli Sulawesi Barat ini bahkan tak menyangka dirinya mampu meraih Grand Champion ajang ALOHA, Mental Arithmetic Internasional 2026, di mana persaingannya sangat berat dan ketat. Apalagi diikuti kurang lebih 1000 peserta dari 21 negara belahan dunia.
“Semoga prestasi ini mampu saya pertahankan dan menjadi bekal untuk menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” singkatna usai silatuhami dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Panama, Hendra Halim.
Sementara itu, Hendra Halim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas torehan prestasi yang diraih Herson di kompetisi bergengsi skala dunia.
Menurutnya, keberhasilan ananda Herson adalah pencapaian yang sangat luar biasa dan sebagai perwakilan pemerintah di Panama, Amerika Tengah, negara wajib mengapresiasi.
“Pencapaian Ananda Herson terbukti mendapat pengakuan dunia karena menyabet gelar Grand Champion di ajang berhitung cepat tanpa alat bantu,”terang Hendra.
Pria kelahiran 25 April 1967 yang juga sebelumnya pernah bertugas sebagai Konsul Jenderal RI di Vancouver, Kanada, dan Direktur Eropa II di Kementerian Luar Negeri berharqp prestasi yang diraih Herson dapat menjadi contoh bagi seluruh pelajar di Indonesia dalam mengejar dan meraih impian di bidang pendidikan.
“Selamat buat ananda dan pertahankan prestasi yang diraih dengan mengharumkan nama Indonesia,” kata Hendra saat menerima kunjungan Herson beserta rombongan di kantor kedutaan RI di Panama.
Terpisah, Direktur Pendidikan Al Biruni Mandiri School, Muhammad Arafah Kube yang turut mendampingi Herson selama di Panama mengaku sangat berbangga dan bahagia atas pencapaian anak didiknya (Herson).
Ketatnya persaingan diantara peserta pada kompetisi hitung cepat tanpa alat bantu itu tak menyangka Herson mampu melewatinya bahkan keluar menjadi Grand Champion.
“Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Ketekunan, kedisiplinan hingga kerja keras ananda Herson dalam belajar, semua terbayarkan tuntas dengan hasil yang sangat memuaskan dan membanggakan negara Indonesia,” terang Arafah.
Ia pun berharap, torehan prestasi dunia yang diraih Herson dapat memicu pelajar atau siswa-siswi lainnya di Indonesia, terkhusus di SMP IT Al Biruni Mandiri untuk mengejar dan mengukir prestasi.
“Kami selalu menanamkan keyakinan kepada anak didik di sekolah bahwa setiap kerja keras yang dilakukan pasti akan membuahkan hasil,” paparnya.
Selain itu, Arafah juga berharap agar pelajar atau siswa-siswi yang beprestasi, siapa pun dan dimana pun berada, baik pencapaian di level nasional hingga kancah dunia mendapat perhatian serius dari pemerintah demi keberlangsungan pendidikan mereka hingga ke jenjang tertinggi.
“Dunia pendidikan kita saat ini harus betul-betul diperhatikan, khususnya bagi pelajar yang berhasil membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia,” singkatnya mengaku masih berada di Panama, Amerika Tengah.
Sekadar diketahui, Lomba ALOHA sendiri adalah merupakan ajang kompetisi aritmetika mental dan kalkulus internasional untuk anak-anak.
Di mana mereka diuji kemampuan berhitung cepat dan akurat menggunakan memori otak (visualisasi) tanpa bantuan alat hitung.
Kompetisi ini diselenggarakan secara berkala mulai dari tingkat sekolah, nasional (seperti ALOHA National Competition), hingga tingkat internasional (ALOHA International Mental Arithmetic Competition) yang diikuti oleh perwakilan dari belasan negara di lima benua.
Tujuan utama dari kejuaraan ini bukan sekadar menjadi yang tercepat dalam matematika, tetapi untuk melatih kemampuan berpikir logis, meningkatkan konsentrasi, melatih memori, serta membangun rasa percaya diri anak. (***)










