TATOR, PEDOMANINDONESIA — Loice Christiana Mangontan, selaku Mitra SPPG Batupapan 1, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, pemerintah daerah, orang tua, serta para siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale yang terdampak dugaan keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Sehat (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh penyesalan di hadapan puluhan awak media saat menggelar konferensi pers di Arion Kafe pada Selasa (15/09/2026).
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada kepala sekolah SMPN 1 dan juga kepala sekolah SMPN 2 Makale, termasuk pemerintah daerah, orang tua siswa, dan juga para siswa yang kena dampak musibah ini. Semuanya ini terjadi bukan karena ada kesengajaan, tapi ini murni musibah. Kedepannya kami berusaha bisa bertemu langsung dengan orang tua siswa yang kena dampak dari makanan tersebut untuk melakukan permohonan maaf,” ujar Loice.
Loice mengungkapkan bahwa setelah kejadian tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional serta turun langsung ke lapangan untuk mengecek penyebab insiden.
“Saat itu kami berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional dan turun langsung ke lapangan memantau langsung kegiatan-kegiatan di lapangan seperti apa, dan kami juga sudah perbaiki IPAL MBG di sana,” ungkapnya.
Menanggapi proses pengolahan makanan, Loice memastikan bahwa waktu memasak telah disesuaikan dengan jadwal pengantaran. Ia menegaskan tidak ada makanan atau nasi yang dipanaskan ulang.
“Jam masaknya kita sesuai dengan jam pengantaran ke sekolah-sekolah. Tidak ada namanya makanan dipanaskan, intinya makanan dimasak sesuai dengan jadwal pengantarannya. Terkait dengan temuan BPOM, mohon maaf Pak, saya tidak bisa menjawab,” beber Loice.












