Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Toraja Utara Kunjungi SMK Kristen Tagari dan UPTD BLK Toraja Utara Upaya Tekan Angka Kecelakaan, Polres Tana Toraja Masif Sosialisasi di Sekolah dan Jalan Raya Satlantas Polres Tana Toraja Edukasi Pelajar SMKN 1, Tekankan Keselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas Kasatpol PP Torut Fokus Penegakan Perda, Pengawasan BBM Subsidi, dan Pemadaman Kebakaran Respon Cepat Tim URC Resmob Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Curanmor di Cafe Peleton Dosen Psikologi UIT Prihatin kejadian Bullying di Tana Toraja

Kesehatan

DPRD Tator Rekomendasikan Penghentian Sementara SPPG Batupapan 1 dan Keluarkan 7 Poin Penting Usai Dugaan Kasus Keracunan MBG

badge-check


					DPRD Tator Rekomendasikan Penghentian Sementara SPPG Batupapan 1 dan Keluarkan 7 Poin Penting Usai Dugaan Kasus Keracunan MBG Perbesar

TATOR, PEDOMANINDONESIA — DPRD Tana Toraja memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) menyikapi kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 164 siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale. Rapat yang digelar di Ruang Sidang Paripurna DPRD Tana Toraja, Jumat (4/9/2026), tersebut menghasilkan tujuh poin rekomendasi penting.

Salah satu poin utama meminta KPPG, BGN, dan pengelola SPPG bertanggung jawab penuh atas biaya perawatan korban yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Jangan ada yang dilimpahkan kepada korban,” tegas Wakil Ketua DPRD Tana Toraja, Evivana Rombe Datu, saat membacakan rekomendasi di hadapan pengelola SPPG Batupapan 1.

7 Rekomendasi DPRD Tana Toraja

  1. Hentikan Sementara SPPG Batupapan 

Merekomendasikan penghentian sementara operasional SPPG Batupapan 1 sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Makassar.

  1. Ubah Format Program MBG

    Meminta pelaksanaan program MBG diganti ke bentuk lain yang dapat langsung diterima oleh penerima manfaat tanpa merugikan pihak mana pun.

  2. Evaluasi Menyeluruh dari Hulu ke Hilir

    Mendorong evaluasi total pada rantai pelaksanaan program MBG di Kabupaten Tana Toraja, mulai dari pengolahan hingga makanan dikonsumsi siswa.

  3. Penegakan Tugas KPPG Kendari

    Meminta KPPG Kendari yang membawahi wilayah Tana Toraja untuk menjalankan tugas sesuai aturan, termasuk menanggung konsekuensi pembiayaan yang timbul.

  4. Jaminan Biaya Pengobatan Korban

    Seluruh biaya pengobatan atau kebutuhan korban yang tidak terjangkau BPJS Kesehatan wajib ditanggung oleh KPPG, BGN, dan SPPG terkait secara berkelanjutan.

  5. Evaluasi Seluruh SPPG & Pendampingan Psikologis

    Melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG di Tana Toraja serta memberikan perhatian khusus pada keamanan psikologis anak dan guru yang terdampak.

  6. Percepatan Uji Lab & Pengawasan Sekolah

    Mendorong Dinas Kesehatan dan kepolisian mempercepat pemeriksaan sampel makanan, muntahan, kotoran, dan air di laboratorium. Sekolah juga diminta membentuk Satgas pengawasan keamanan makanan serta pos pelayanan pengaduan cepat.

Usai pembacaan rekomendasi, Ketua DPRD Tana Toraja, Kendek Rante, mengetuk palu tiga kali untuk menutup RDP.

Kronologi dan Data Korban

Para siswa mulai dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (3/9/2026) pagi setelah menyantap menu MBG pada Rabu (2/9/2026) yang terdiri dari nasi, ayam masak kuning, tempe goreng tepung, tumis sayur, dan buah melon. Gejala mulai dirasakan siswa sejak Rabu malam hingga Kamis pagi saat berada di sekolah.

Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, Sp.A., mengonfirmasi bahwa 164 korban dirawat di tiga rumah sakit berbeda:

  • RSUD Lakipadada: 70 siswa

  • RS Sinar Kasih: 41 siswa

  • RS Fatimah: 25 siswa

    (Sisa korban lainnya mendapatkan perawatan rawat jalan/penanganan medis berkala).

Penyelidikan Masih Berjalan

Ketua Satgas MBG sekaligus Sekda Tana Toraja, Rudy Andi Lolo, menyatakan bahwa pihak pemerintah daerah masih mendalami penyebab pasti kejadian ini.

“Pemerintah daerah belum bisa menyimpulkan bahwa ini mutlak akibat makanan MBG, mengingat ada jeda waktu lebih dari 12 jam dari waktu makan hingga munculnya gejala. Faktor lain seperti konsumsi makanan di luar sekolah atau kualitas air minum juga sedang diteliti,” ujar Rudy.

Proses pengujian sampel mikrobiologi dan toksikologi saat ini sedang ditangani oleh BPOM untuk mengidentifikasi kemungkinan kontaminasi bakteri (seperti Staphylococcus atau Salmonella) maupun zat kimia berbahaya.

Baca Lainnya

Dosen Psikologi UIT Prihatin kejadian Bullying di Tana Toraja

16 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Siap-siap! PWI Sulsel Award dan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2031 Digelar 17 Oktober Nanti

11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Breaking News: Puluhan Siswa dan Guru SMAN 3 Torut Diduga Keracunan MBG, Cabdisdik Sulsel Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Kasatpol PP Torut Kerahkan Puluhan Anggota Jaga Ketat SPBU, Pelansir Tersingkirkan

2 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Bertemu Direktur Penataan Daerah, CDOB Toraja Barat Bahas Jalan Menuju Daerah Persiapan

1 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Trending di Headline