TATOR, PEDOMANINDONESIA – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sikamlik di Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, telah resmi dibentuk dengan fokus kegiatan pada sektor budidaya ayam petelur. Langkah strategis ini merupakan upaya Pemerintah Lembang untuk menjawab tiga isu krusial: ketahanan pangan, pemenuhan gizi, dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Program budidaya ayam petelur ini didanai melalui alokasi Dana Desa tahun anggaran 2025 sebesar Rp175 juta. Anggaran tersebut diserahkan kepada Bumdes Sikamlik untuk dikelola secara profesional.
Kepala Lembang Randan Batu, Parerungan, menjelaskan bahwa pemilihan budidaya ayam petelur merupakan kebijakan yang sangat strategis dalam program ketahanan pangan desa.
“Ini adalah program Ketahanan Pangan yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2025. Selain untuk menjamin ketersediaan gizi di desa, program ini juga diharapkan menjadi percontohan yang dapat menumbuhkan minat usaha masyarakat desa demi mewujudkan kemandirian ekonomi,” ujar Parerungan.
Ia menambahkan, budidaya ayam petelur dipilih karena merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat dan dinilai sangat cocok untuk dikembangkan di wilayah Randan Batu.
Progres Positif dan Dampak Ekonomi
Bumdes Sikamlik mengelola total 350 ekor ayam petelur yang dibagi ke dalam tiga kelompok yang tersebar di tiga dusun: Dusun Durian, Dusun Ke’pek, dan Dusun Karumung.
Parerungan menyampaikan bahwa hasil pengelolaan sejauh ini menunjukkan progres yang sangat baik, dengan tingkat produksi telur telah mencapai sekitar 80% dari total populasi.
-
Di Dusun Ke’pe’, Roy Kabanga selaku pengelola melaporkan produksi telur telah mencapai 35 butir dari 75 ekor ayam.
-
Sementara itu, di Dusun Karumung, produksi harian mencapai 70 butir dari 112 ekor ayam.
Selain bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) Lembang, program ini secara spesifik juga dipersiapkan untuk mendukung inisiatif pemerintah pusat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mariani, salah seorang warga Lembang Randan Batu, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, program Bumdes ini sangat bermanfaat karena masyarakat kini dapat mengonsumsi telur yang lebih segar dan baru tanpa harus membeli dari luar daerah.
“Ini bagus sekali, kami tidak perlu lagi membeli telur dari kota yang datang dari luar daerah. Telur lebih segar dan baru, dan kami tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos transportasi ke kota,” tuturnya.
Parerungan berharap, keberhasilan awal Bumdes Sikamlik ini akan memotivasi lebih banyak masyarakat Lembang Randan Batu untuk turut serta dalam usaha peternakan ayam petelur, yang pada akhirnya akan mendorong kemajuan ekonomi di tingkat Lembang.











