Menu

Mode Gelap
Dilantik Jadi Kepala Inspektorat, Yaya Rundupadang Berkomitmen Fokus Selesaikan Temuan BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Kepala BKPSDM Torut Mengaku Belum Terima Data Jumlah PPPK yang Akan Dirumahkan Bupati Torut Lantik Sejumlah Pejabat Tegaskan Utamakan Pelayanan BERITA KEHILANGAN SERTIPIKAT HAK MILIK Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

Pemerintahan

Ketua Komisi III DPRD Torut Ambil Sikap Tegas: Proyek APBD Perubahan 2025 Diduga Tak Sesuai Juknis, Siap Panggil Pihak Terkait

badge-check


					Ketua Komisi III DPRD Torut Ambil Sikap Tegas: Proyek APBD Perubahan 2025 Diduga Tak Sesuai Juknis, Siap Panggil Pihak Terkait Perbesar

“Ada beberapa titik proyek strategis di Toraja Utara yang dianggarkan menggunakan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025, namun diduga kuat dikerjakan asal-asalan.

TORUT, PEDOMAN INDONESIA – Komitmen pengawasan anggaran demi kepentingan rakyat ditunjukkan secara nyata oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Toraja Utara (Torut), Julianto Mapelay. Ia mengungkapkan adanya dugaan kuat bahwa sejumlah proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2025 dikerjakan secara tidak profesional alias tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) yang berlaku.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Julianto pada Jumat (28/11/2025) di ruang kerjanya, setelah menerima berbagai laporan dan melakukan pantauan awal di lapangan.

“Ada beberapa titik proyek strategis di Toraja Utara yang dianggarkan menggunakan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025, namun diduga kuat dikerjakan asal-asalan. Ini jelas menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat penerima manfaat,” tegas Julianto.

Anggota legislatif dari Partai Gerindra ini menjelaskan, ketidaksesuaian yang ditemukan bukan hanya soal kualitas, melainkan juga adanya dugaan pihak ketiga (kontraktor) bekerja berdasarkan kemauan sendiri, mengabaikan kebutuhan mendasar masyarakat.

“Intinya, ada beberapa titik proyek dikerjakan tidak sejalan dengan keinginan masyarakat. Sebaliknya, yang dikerjakan oleh pihak rekanan justru berbeda. Hal ini sangat merugikan banyak masyarakat,” kata Julianto.

Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Terkait

Julianto Mapelay tidak hanya mengkritik kontraktor, tetapi juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari dinas terkait. Menurutnya, hasil kerja yang jauh dari standar tersebut merupakan dampak langsung dari minimnya kehadiran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Dinas di lokasi proyek.

“Proyek ini dikerjakan asal-asalan karena adanya kelalaian dalam pengawasan. Mereka (dinas terkait) tidak turun langsung ke lapangan untuk melihat jalannya pekerjaan,” imbuhnya.

Ia menekankan pentingnya pengawasan berlapis dan terintegrasi dari awal hingga akhir proyek.

“Seandainya PPK, Kepala Bidang, Konsultan Perencanaan, dan Kepala Dinas turun langsung ke lapangan, saya rasa proyek tersebut pasti hasilnya akan bagus dan sesuai standar,” tegas Julianto.

Janji Aksi Nyata dan Laporan ke Bupati

Menanggapi serius temuan ini, Komisi III DPRD Torut di bawah kepemimpinan Julianto Mapelay berencana segera melakukan pemantauan dan inspeksi mendadak (Sidak) langsung ke lokasi-lokasi proyek yang disorot dalam waktu dekat.

“Kami tidak akan segan-segan. Jika ditemukan ketidaksesuaian atau indikasi penyimpangan, kami akan langsung menyampaikan hasil temuan ini kepada Bapak Bupati untuk segera diambil tindakan tegas dan perbaikan,” tutup Julianto, menegaskan komitmennya dalam mengawal anggaran demi pembangunan Toraja Utara yang berkualitas.

Penulis: AP

Baca Lainnya

Dilantik Jadi Kepala Inspektorat, Yaya Rundupadang Berkomitmen Fokus Selesaikan Temuan

18 Juni 2026 - 18:40 WIB

BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi

18 Juni 2026 - 18:25 WIB

HUT Satpol PP Torut Bawa Berkah Bagi Pelaku UMKM

8 Juni 2026 - 08:31 WIB

Perkuat Toleransi, Bupati Toraja Utara dan FKUB Lakukan Studi Tiru ke Pontianak dan Singkawang

5 Juni 2026 - 13:30 WIB

Raih WTP 11 Kali Beruntun, Bupati Torut: Ini Standar Tata Kelola, Bukan Prestasi Luar Biasa

4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Trending di Headline