Menu

Mode Gelap
Buka Expo Satpol PP dan Damkar, Bupati Torut Tekankan Profesionalisme dan Larang Politik Praktis Bupati Torut Bakal Tindak Tegas ASN dan PPPK yang Main Medsos Saat Jam Kerja HUT Satpol PP Torut Bawa Berkah Bagi Pelaku UMKM Perkuat Toleransi, Bupati Toraja Utara dan FKUB Lakukan Studi Tiru ke Pontianak dan Singkawang Raih WTP 11 Kali Beruntun, Bupati Torut: Ini Standar Tata Kelola, Bukan Prestasi Luar Biasa Nakhodai PWI Sulsel, Suwardi Thahir Komitmen Bangun Organisasi Inklusif di Era Digital

Pendidikan

Dampak Negatif Arena Tedong Silaga: Akademik Terancam, Pelajar Abaikan Sekolah

badge-check


					Dampak Negatif Arena Tedong Silaga: Akademik Terancam, Pelajar Abaikan Sekolah Perbesar

“Sebenarnya belajar adalah hak setiap siswa namun mulai terabaikan akibat adanya TS,” jelasnya.

TORUT, PEDOMAN INDONESIA – Aktivitas Tedong Silaga (TS), atau adu kerbau, di Toraja Utara (Torut) dilaporkan mulai menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya tenaga pendidik. Keberadaan arena dan proses persiapan acara tersebut disebut-sebut mengganggu fokus belajar dan memicu ketidakhadiran anak sekolah.

Seorang warga Toraja Utara yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidikan, Asang, mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai dampak negatif TS terhadap generasi muda. Ia menyoroti bagaimana keterlibatan pelajar telah dimulai bahkan sejak tahap persiapan arena.

“Betul sekali, arena TS sangat berdampak negatif bagi generasi muda, terutama bagi anak sekolah,” tegas Asang. “Bagaimana tidak, mulai dari persiapan arena hingga menjaga kerbau petarung, yang terlibat adalah generasi muda/anak sekolah. Walaupun arenanya di Torut, dampaknya juga terasa hingga ke Tana Toraja.”

Siswa Absen dan Bermalam di Kandang Kerbau

Asang kemudian menceritakan fakta konkret yang dialami oleh salah satu siswanya. Keterlibatan berlebihan dalam kegiatan adu kerbau ini berujung pada terancamnya masa depan akademik pelajar tersebut.

“Bukan cerita, tapi fakta. Sampai pernah ada anak wali saya yang mau ujian, dicari susah sekali, ternyata ia bermalam di kandang kerbau,” ungkapnya. Selasa 18 November 2025.

Pihak sekolah dan orang tua siswa dikabarkan mencari dengan panik. Asang menjelaskan bahwa ia bahkan harus bergantung pada informasi dari teman-teman siswa tersebut untuk menemukannya agar bisa mengikuti ujian akhir, mengindikasikan bahwa pelajar tersebut sengaja menghindari komunikasi dengan pihak sekolah dan keluarga demi aktivitas di arena.

Ia juga menambahkan bahwa pendidikan adalah hak setiap siswa, namun harus terabaikan akibat arena Tedong Silaga.

“Sebenarnya belajar adalah hak setiap siswa namun mulai terabaikan akibat adanya TS,” jelasnya.

Ia pun meminta kepada pemerintah agar juga memperhatikan hal tersebut untuk menyelamatkan generasi muda.

“Kalau perlu pemerintah daerah bagaimana bisa mengurangi arena TS dan demi menyelamatkan generasi muda,” tandasnya.

Fokus Gereja Toraja: Perkuat Pendidikan dan Karakter

Menanggapi fenomena yang mengganggu pendidikan ini, Ketua BPS Gereja Toraja, Pdt. Alfred Anggui, turut menyoroti permasalahan tersebut. Saat ditanya mengenai langkah strategis yang akan diambil oleh Gereja Toraja, Pdt. Anggui menegaskan komitmen mereka pada aspek pendidikan.

“Kita akan fokus dengan pendidikan,” ujar Pdt. Anggui. “Memastikan anak-anak kita dapat pendidikan terbaik yang tidak hanya mengedepankan aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter.”

Ia menjelaskan bahwa Gereja Toraja telah mengambil langkah nyata melalui kerjasama dengan institusi pendidikan terbaik di Indonesia.

“Sejauh ini kita sudah kerja samakan sejumlah sekolah-sekolah kita dengan sekolah-sekolah Kristen Terbaik di Indonesia, yakni Pelita Harapan, Penabur, dan terakhir Sekolah IPEKA,” tambahnya.

Selain itu, program yang menyasar orang tua juga akan digalakkan. “Beberapa sekolah, utamanya SD, juga akan ada program parenting buat orang tua,” tutupnya, menunjukkan upaya kolaboratif antara gereja, sekolah, dan keluarga dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif aktivitas yang mengganggu proses belajar.

Baca Lainnya

HUT Satpol PP Torut Bawa Berkah Bagi Pelaku UMKM

8 Juni 2026 - 08:31 WIB

Perkuat Toleransi, Bupati Toraja Utara dan FKUB Lakukan Studi Tiru ke Pontianak dan Singkawang

5 Juni 2026 - 13:30 WIB

Raih WTP 11 Kali Beruntun, Bupati Torut: Ini Standar Tata Kelola, Bukan Prestasi Luar Biasa

4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Ketua Komisi II DPRD Tator Desak Perindag Tertibkan Alih Fungsi Bangunan Pemda Jadi Tempat Jual Miras

18 Mei 2026 - 18:32 WIB

Kasat Pol PP Tator Atensi Aset Pemda di Pasar Makale yang Diduga Alih Fungsi dari Warung Makan Menjadi THM

14 Mei 2026 - 10:30 WIB

Trending di Pemerintahan