Menu ✖

Mode Gelap
DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020 Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi Bupati Toraja Utara Buka Rapat Koordinasi Optimalisasi Siskamling, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kasat Lantas Polres Tana Toraja Ajak Siswa MAN Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

Ekobis

Modus Tangki Rakitan, Sat Reskrim Polres Tana Toraja Ringkus Komplotan Mafia Solar

badge-check


					Modus Tangki Rakitan, Sat Reskrim Polres Tana Toraja Ringkus Komplotan Mafia Solar Perbesar

Ancaman hukuman maksimal yang membayangi para pelaku adalah pidana penjara selama enam tahun.

TATOR, PEDOMANINDONESIA – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tana Toraja berhasil membongkar praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kabupaten Tana Toraja pada Sabtu, 21 Februari 2026. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan empat orang terduga pelaku yang masing-masing berinisial AA (23), RP (20), NT (20), dan AD (15).

Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Syaharuddin, mengonfirmasi bahwa pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas ilegal terkait distribusi BBM. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Resmob segera melakukan penyelidikan di lapangan dan menemukan satu unit truk yang dikendarai oleh AA saat keluar dari sebuah SPBU.

Modus operandi yang digunakan para pelaku tergolong rapi, yakni dengan memodifikasi kendaraan menggunakan pompa solar khusus untuk memindahkan BBM dari tangki standar ke tangki rakitan. Berdasarkan temuan tersebut, petugas langsung mengamankan AA dan melakukan pengembangan hingga berhasil meringkus tiga rekan pelaku lainnya.

“Keempat terduga pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres Tana Toraja untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” ujar Iptu Syaharuddin pada Senin, 23 Februari 2026.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa empat unit truk roda enam (R6), uang tunai senilai Rp14.770.000, serta tiga unit ponsel. Dalam pemeriksaan awal, para pelaku mengakui bahwa aksi kecurangan ini telah dilakukan berulang kali di sejumlah SPBU yang tersebar di wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam dijerat Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka 9 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, juncto Pasal 158 UU Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman hukuman maksimal yang membayangi para pelaku adalah pidana penjara selama enam tahun.

Baca Lainnya

Respon Cepat Tim URC Resmob Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Curanmor di Cafe Peleton

18 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pemkab Toraja Utara Gelar Rakor Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Evaluasi Pelayanan Kelistrikan

16 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Bupati Toraja Utara Buka Rakor Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas

6 Oktober 2026 - 04:39 WIB

Keadilan untuk MS: Trauma Pascadianiaya Belum Pulih, Pelaku di Toraja Utara Justru Masih Berkeliaran

28 September 2026 - 19:09 WIB

Polres Toraja Utara Gelar Patroli Gabungan dan Razia THM, Seorang Pemuda Diamankan Positif Gunakan Narkoba

28 September 2026 - 12:57 WIB

Trending di Headline