Menu

Mode Gelap
Ngopi Kamtibmas, Cara Humanis Polrestabes Makassar Jaga Kondusivitas Wilayah Kapolres Tana Toraja Kerahkan Personel Siap Amankan Ibadah Paskah Aksi SRMI di DPRD Makassar: Tolak Penggusuran, Bela Hak Hidup Pedagang Kecil Warga Desak APH Kembali Tinjau Tambang Galian C di Singki’ yang Beroperasi Lagi, Pemilik: Tambang Kami Memang Tidak Punya Izin, Orang Lain Dilarang Ikut Campur 1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina Gerebek Arena Sabung Ayam di Buntao, Polres Toraja Utara Sita 19 Motor dan Uang Tunai

Ekobis

Modus Tangki Rakitan, Sat Reskrim Polres Tana Toraja Ringkus Komplotan Mafia Solar

badge-check


					Modus Tangki Rakitan, Sat Reskrim Polres Tana Toraja Ringkus Komplotan Mafia Solar Perbesar

Ancaman hukuman maksimal yang membayangi para pelaku adalah pidana penjara selama enam tahun.

TATOR, PEDOMANINDONESIA – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tana Toraja berhasil membongkar praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kabupaten Tana Toraja pada Sabtu, 21 Februari 2026. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan empat orang terduga pelaku yang masing-masing berinisial AA (23), RP (20), NT (20), dan AD (15).

Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Syaharuddin, mengonfirmasi bahwa pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas ilegal terkait distribusi BBM. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Resmob segera melakukan penyelidikan di lapangan dan menemukan satu unit truk yang dikendarai oleh AA saat keluar dari sebuah SPBU.

Modus operandi yang digunakan para pelaku tergolong rapi, yakni dengan memodifikasi kendaraan menggunakan pompa solar khusus untuk memindahkan BBM dari tangki standar ke tangki rakitan. Berdasarkan temuan tersebut, petugas langsung mengamankan AA dan melakukan pengembangan hingga berhasil meringkus tiga rekan pelaku lainnya.

“Keempat terduga pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres Tana Toraja untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” ujar Iptu Syaharuddin pada Senin, 23 Februari 2026.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa empat unit truk roda enam (R6), uang tunai senilai Rp14.770.000, serta tiga unit ponsel. Dalam pemeriksaan awal, para pelaku mengakui bahwa aksi kecurangan ini telah dilakukan berulang kali di sejumlah SPBU yang tersebar di wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam dijerat Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka 9 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, juncto Pasal 158 UU Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman hukuman maksimal yang membayangi para pelaku adalah pidana penjara selama enam tahun.

Baca Lainnya

Ngopi Kamtibmas, Cara Humanis Polrestabes Makassar Jaga Kondusivitas Wilayah

11 April 2026 - 06:13 WIB

Warga Desak APH Kembali Tinjau Tambang Galian C di Singki’ yang Beroperasi Lagi, Pemilik: Tambang Kami Memang Tidak Punya Izin, Orang Lain Dilarang Ikut Campur

2 April 2026 - 10:27 WIB

Bersama Bapanas dan Pemkab, Kapolres Toraja Utara Pantau Harga Pangan Jelang Idulfitri

17 Maret 2026 - 16:33 WIB

Hanya Jadi “Kurir” Aspirasi, Pemda Tana Toraja Dinilai Tidak Berani Tolak Tegas Proyek Geothermal

17 Maret 2026 - 08:02 WIB

Konvoi Bising Saat Salat Magrib Ditegur, Geng Motor Justru Ancam Polisi

16 Maret 2026 - 20:22 WIB

Trending di Kriminal