Menu

Mode Gelap
Babak Baru Kasus Eks RSUD Pongtiku: Polisi Periksa Anggota DPRD, Pemilik Alat Berat, hingga Kadis Sosial Bisnis Haram di Balik Layar Ponsel: Mahasiswa di Rantepao Diciduk Polisi Saat Transaksi Sabu Cegah Kebakaran Hutan, Kepala Lembang Paku Masanda Ajak Warga Laporkan Pelaku Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Penemuan Mayat Ibu dan Bayi di Tallunglipu DPRD Tator Rekomendasikan Penghentian Sementara SPPG Batupapan 1 dan Keluarkan 7 Poin Penting Usai Dugaan Kasus Keracunan MBG DPRD Tator Minta Pemda Hentikan Sementara Program MBG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan

Kriminal

Konvoi Bising Saat Salat Magrib Ditegur, Geng Motor Justru Ancam Polisi

badge-check


					Konvoi Bising Saat Salat Magrib Ditegur, Geng Motor Justru Ancam Polisi Perbesar

Makassar,Pedomanindonesia.id, – Wibawa aparat kepolisian kembali mendapat tantangan setelah sejumlah anggota geng motor diduga melakukan aksi penyerangan terhadap Markas Samapta Polrestabes Makassar, Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 18.35 WITA, bertepatan dengan waktu berbuka puasa.

Insiden tersebut diduga dipicu ketidakpuasan rombongan pemotor setelah mendapat teguran dari petugas kepolisian. Sebelumnya, ratusan pengendara sepeda motor melintas di Jalan Botolempangan, Kota Makassar, dengan cara menggeber kendaraan serta menyalakan petasan yang menimbulkan suara bising di sekitar lokasi.

Aksi tersebut dinilai mengganggu ketenangan warga yang sedang menjalankan ibadah salat magrib di sejumlah masjid di sekitar kawasan itu.

Anggota kepolisian yang berjaga di sekitar Markas Samapta Polrestabes Makassar kemudian mencegat rombongan tersebut dan memberikan imbauan agar para pengendara tidak menyalakan petasan maupun menggeber kendaraan, mengingat waktu itu bertepatan dengan momen ibadah masyarakat.

Namun, imbauan tersebut justru mendapat respons tidak bersahabat dari sejumlah anggota geng motor. Mereka disebut tidak menerima teguran petugas dan bahkan melontarkan ancaman kepada anggota polisi yang menghentikan rombongan.

Menurut keterangan pihak kepolisian, beberapa anggota geng motor sempat mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa. Bahkan ada yang menantang anggota polisi untuk berduel serta mengancam akan melaporkan petugas yang melakukan penindakan.

Situasi sempat memanas, namun anggota Samapta Polrestabes Makassar tetap mengedepankan pendekatan persuasif untuk meredam ketegangan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Sebelum meninggalkan lokasi, sejumlah anggota geng motor juga sempat mengancam akan kembali dengan membawa massa yang lebih banyak.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena dinilai tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga mencerminkan sikap tidak menghargai otoritas aparat penegak hukum yang tengah menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

Baca Lainnya

Bisnis Haram di Balik Layar Ponsel: Mahasiswa di Rantepao Diciduk Polisi Saat Transaksi Sabu

10 September 2026 - 18:07 WIB

Polres Tana Toraja Ringkus 2 Pemuda Asal Enrekang, 103 Sachet Narkotika Siap Edar Disita

21 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Bukan Sekadar KKN: Mahasiswa Unhas Bangun Peta Digital dan Potensi Wisata Toraja Utara

14 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Pengembangan Kasus Penyalahgunaan Solar, Polres Tana Toraja Tetapkan 3 Tersangka Baru

8 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Digerebek Saat Asyik Sabung Ayam, Seorang Pria Diamankan Tim URC Resmob Polres Toraja Utara di Tallunglipu ​

5 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Trending di Hukum