TORUT, PEDOMANINDONESIA – Kemeriahan Toraja Light Festival di Alun-Alun Kota Rantepao tahun ini dihiasi kreasi yang menonjolkan makna mendalam. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Toraja Utara (Torut) menampilkan sebuah Pohon Natal setinggi kurang lebih dua meter yang berbeda dari peserta lain: Pohon tersebut dihias dengan dominasi warna emas yang memukau.
Kepala Dinas, Yonathan Manturino, menjelaskan bahwa pemilihan warna emas bukanlah tanpa alasan. Warna tersebut memiliki makna teologis dan filosofis yang kuat.
“Warna emas melambangkan kemuliaan, keagungan, kekudusan, dan sifat ilahi Allah, serta Yesus Kristus sebagai Raja yang Mulia. Ini juga melambangkan kemurnian yang diuji, seperti emas yang dimurnikan dengan api untuk membentuk orang percaya,” jelas Yonathan Manturino saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/12/2025).
Harapan untuk Kebinekaan dan Indonesia Emas
Lebih lanjut, Yonathan Manturino mengaitkan aneka ragam Pohon Natal yang dipajang di festival dengan harapan nasional.
“Keanekaragaman Pohon Natal ini membawa pesan kedamaian, ketertiban, dan keadilan, sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Di tengah perayaan, ia juga menyampaikan pesan penting bagi seluruh masyarakat Toraja Utara. Ia berharap agar Toraja Utara, sebagai mayoritas pemeluk Kristus, tetap menjadi teladan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menghormati kebinekaan, serta menjunjung tinggi UUD dan Pancasila.
Pohon Natal karya Dinas Perpustakaan ini dibuat dari bahan dasar yang ditunjang cat kuning dan lampu hias yang memancarkan cahaya menyerupai emas, memberikan kesan agung dan berbeda di antara puluhan pohon lainnya yang memeriahkan Alun-Alun Rantepao.







