Menu

Mode Gelap
GMNI Toraja Utara Dukung BPS Gereja Toraja Berantas Judi di Arena Tedong Silaga Suara Profetis Gereja Toraja: Menegasi Judi di Balik Tradisi Silaga THR ASN dan PPPK di Kecamatan Masanda Cair Tepat Waktu Camat Masanda Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemda Bersama Bapanas dan Pemkab, Kapolres Toraja Utara Pantau Harga Pangan Jelang Idulfitri Kabar Gembira: Pemkab Tana Toraja Mulai Cairkan THR ASN dan PPPK Senilai Rp15 Miliar Hanya Jadi “Kurir” Aspirasi, Pemda Tana Toraja Dinilai Tidak Berani Tolak Tegas Proyek Geothermal

News

Tak Lagi Dianggap Sepele, Kotoran Telinga Jadi Fokus Gerakan Kesehatan Anak Toraja Utara

badge-check


					Tak Lagi Dianggap Sepele, Kotoran Telinga Jadi Fokus Gerakan Kesehatan Anak Toraja Utara Perbesar

TORUT, PEDOMANINDONESIA – Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPKT) Toraja Utara menggelar kegiatan Safari Bersih-Bersih Telinga (BBT) di seluruh PAUD sepanjang Oktober 2025.

Program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan pendengaran anak usia dini, sekaligus mencegah gangguan komunikasi dan penurunan prestasi belajar akibat penumpukan kotoran telinga atau katoling/katurrik, yang sering dianggap sepele oleh masyarakat.

Ketua Komda PGPKT Toraja Utara, Damayanti Batti Palimbong, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan pendengaran anak-anak Toraja Utara.

“Kotoran telinga sering dianggap hal biasa, padahal dapat menurunkan kemampuan mendengar anak. Dampaknya bisa menghambat komunikasi di kelas dan membuat anak tampak sulit diajar. Melalui Safari BBT ini, kami ingin memastikan anak-anak Toraja Utara bisa mendengar dan belajar dengan baik,” ujar Damayanti.

Kegiatan ini melibatkan para dokter dan tenaga medis dari seluruh puskesmas yang bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kecamatan.

Selain itu, turut berpartisipasi Pokja IV TP-PKK Toraja Utara, dokter spesialis THT dari PERHATI-KL Cabang Sulsel-Maluku-Papua, IDI Cabang Toraja Utara, Dinas Kesehatan, Pokja Bunda PAUD, serta Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Toraja Utara.

Program Safari BBT PAUD ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia, dan menjadi inovasi lanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya menyasar siswa sekolah dasar pada 2013–2015.

Saat itu, PGPKT Toraja Utara berhasil memeriksa 35.686 siswa dari 192 sekolah dasar, dengan temuan kasus kotoran telinga mencapai 44,61 persen, termasuk 20,38 persen yang terjadi di kedua telinga.

“Data hasil pemeriksaan tahun ini akan menjadi sumber informasi penting untuk pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan kesehatan pendengaran anak. Ini bagian dari upaya kami mendukung program Sound Hearing 2030,” tambah Damayanti.

Melalui Safari BBT ini, diharapkan anak-anak usia dini di Toraja Utara dapat tumbuh sehat, berkomunikasi lebih baik, dan meraih prestasi belajar yang optimal.

Baca Lainnya

THR ASN dan PPPK di Kecamatan Masanda Cair Tepat Waktu Camat Masanda Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemda

18 Maret 2026 - 09:26 WIB

Hanya Jadi “Kurir” Aspirasi, Pemda Tana Toraja Dinilai Tidak Berani Tolak Tegas Proyek Geothermal

17 Maret 2026 - 08:02 WIB

Pemda Tana Toraja Jamin Berkas Penolakan Geothermal Telah Dikirim ke Kementerian

16 Maret 2026 - 21:42 WIB

Camat Bittuang Diduga Intimidasi Warga: Tolak Proyek Geothermal, Bansos Terancam Dicabut

14 Maret 2026 - 20:42 WIB

DPRD Tana Toraja Resmi Rekomendasikan Penolakan Eksplorasi Geotermal di Bittuang ke Pusat

13 Maret 2026 - 13:44 WIB

Trending di Headline