Menu

Mode Gelap
Babak Baru Kasus Eks RSUD Pongtiku: Polisi Periksa Anggota DPRD, Pemilik Alat Berat, hingga Kadis Sosial Bisnis Haram di Balik Layar Ponsel: Mahasiswa di Rantepao Diciduk Polisi Saat Transaksi Sabu Cegah Kebakaran Hutan, Kepala Lembang Paku Masanda Ajak Warga Laporkan Pelaku Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Penemuan Mayat Ibu dan Bayi di Tallunglipu DPRD Tator Rekomendasikan Penghentian Sementara SPPG Batupapan 1 dan Keluarkan 7 Poin Penting Usai Dugaan Kasus Keracunan MBG DPRD Tator Minta Pemda Hentikan Sementara Program MBG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan

Pendidikan

PGRI Tana Toraja Gelar Konkerkab I, Dr Basri: Organisasi Guru Harus Jadi Solusi dan Garda Terdepan

badge-check


					PGRI Tana Toraja Gelar Konkerkab I, Dr Basri: Organisasi Guru Harus Jadi Solusi dan Garda Terdepan Perbesar

TATOR, PEDOMANINDONESIA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tana Toraja memposisikan diri sebagai solusi utama bagi setiap persoalan guru sekaligus mitra strategis pemerintah daerah. Penegasan ini disampaikan dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I yang sukses digelar pada Sabtu, 27 September 2025, di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja.

Acara yang mengangkat tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, dan dihadiri oleh Wakil Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Basri, S.Pd., M.Pd.

Dr. Basri dalam keterangannya menjelaskan bahwa Konkerkab yang diselenggarakan setahun sekali ini memiliki agenda krusial, yakni melakukan evaluasi program kerja tahun lalu dan menyusun program kerja strategis untuk satu tahun ke depan. Lebih dari sekadar administrasi, ia menekankan bahwa PGRI harus bertransformasi menjadi organisasi yang mampu mengatasi masalah guru tanpa menciptakan masalah baru.

“PGRI ini harus menjadi solusi bagi guru. Tidak boleh ada guru yang bermasalah, baik secara personal dalam aktivitas pembelajaran di sekolah maupun dalam penyiapan bahan ajar,” tegas Dr. Basri.

Ia menambahkan, setiap kelemahan dalam penguasaan materi, kesulitan dalam menyiapkan bahan ajar, hingga tantangan dalam pembelajaran kekinian, harus menemukan solusinya di PGRI.

Selain peningkatan kompetensi profesional, Dr. Basri juga menyoroti pentingnya peran PGRI sebagai garda terdepan dalam membela hak-hak guru. Mengingat isu kekinian di mana guru kerap menghadapi masalah intimidatif saat menerapkan kedisiplinan kepada siswa, PGRI diwajibkan tampil membela. Untuk itu, organisasi profesi ini didorong untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan, guna menjamin rasa aman dan nyaman bagi guru dalam menjalankan tugasnya.

Dr. Basri menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keberhasilan pendidikan bermuara pada penguasaan empat kompetensi dasar guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

“Apapun kurikulumnya, kompetensi dasar guru itu yang harus dikuasai. Jika kompetensi guru bagus, maka kompetensi siswa juga akan bagus,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Cegah Seks Bebas dan HIV, PKM Sa’dan Malimbong Edukasi Siswa SMAN 7 Torut

27 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Tekan Angka Anak Putus Sekolah, SMK Kristen Tagari Rantepao Gelar Pelatihan Alat Berat dan Forklift Gratis

13 Agustus 2026 - 10:41 WIB

SMK Kristen Tagari Rantepao Bersiap Wakili Sulsel di Tingkat Nasional untuk 3 Bidang Lomba

20 Juli 2026 - 01:07 WIB

Kabar Gembira: Pemkab Tana Toraja Mulai Cairkan THR ASN dan PPPK Senilai Rp15 Miliar

17 Maret 2026 - 13:21 WIB

Lengkapi Fasilitas, Ujian Kompetensi Jurusan TKR, TAP, dan RPL di SMKS Nusantara Berjalan Lancar

7 Maret 2026 - 20:25 WIB

Trending di Headline