Menu ✖

Mode Gelap
DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020 Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi Bupati Toraja Utara Buka Rapat Koordinasi Optimalisasi Siskamling, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kasat Lantas Polres Tana Toraja Ajak Siswa MAN Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

Headline

Kuasa Hukum AP Desak Polres Tator Periksa Kalem Saloso Terkait Dugaan Pengancamannya Terhadap Wartawan PEDOMAN INDONESIA

badge-check


					Kuasa Hukum AP Desak Polres Tator Periksa Kalem Saloso Terkait Dugaan Pengancamannya Terhadap Wartawan PEDOMAN INDONESIA Perbesar

TANA TORAJA, PEDOMANINDONESIA – Tim kuasa hukum AP wartawan PEDOMAN INDONESIA yang diduga diancam dilepas kepalanya terkait dengan pemberitaan tambang galian C di Saloso kelurahan Singki’ kecamatan Rantepao mendesak polres Tana Toraja (Tator) segera memanggil kepala lembang Saloso terkait dengan dugaan ancaman yang di layangkan beberapa waktu yang lalu, hal tersebut di sampaikan Yulius Dakka saat di temui di Makale Rabu (22/04/2026).

“Ya menurut saya ini penangannya sudah lambat karena LP masuk dari tanggal 02/04/2026, namun sampai saat ini pihak terlapor belum di panggil ada apa, namun saya yakin polres Tator pasti bekerja profesional lah,” Kata Yulius Dakka, S.H.

Lebih lanjutkan Yulius Dakka juga mengatakan bahwa ancaman – ancaman seperti ini harusnya polisi cepat periksa yang terlapor karena ini berupa ancam yang serius jangan sampai terjadi betul siapa yang mau tanggung jawab.

“Polisi jangan lamban dalam urusan seperti ini. Jelas ini pengancaman yang nyata melalui saluran telepon. Kalau benar ancaman yang dilakukan oleh kepala lembang saloso toraja utara itu benar dilaksanakan? Mestinya pihak kepolisian sgera bertindak ketika klien kami melaporkan pengancaman itu. Tanggal 2 April 2026 dilaporkan di polres Tana Toraja. Karena ketika terjadi pengancaman klien kami berada di Makale. Jadi sudah benar apa yang dilakukan oleh klien kami untuk segera melaporkan peristiwa tersebut karena merasa dirinya terancam nyawanya. Saya sudah mendengar rekaman pembicaraan mereka. Jelas sekali didalam rekaman tersebut pak Lembang mengatakan janganko panggilka Tiku, pong Dea kepala lembang saloso kalau tidak putus kepalamu kalau saya dapatko, dimanakoka sekarang tai l*so, wartawan apa kau, tunggukoeeee, ” Ucap Dakka menirukan.

Senada dengan itu, Yulius Sattu Masiku, S.H, juga menjelaskan mengapa laporan dilakukan di Polres Tana Toraja, bukan di Toraja Utara.

“Na saya juga mau jelaskan kenapa klien kami melapor di polres Tana Toraja karena pada saat dia diancam atau dihubungi klien saya berada di wilayah hukum polres Tana Toraja, kemudian klqien saya ke polres Toraja Utara (Torut) namun polisi yang menjaga di bagian SPKT mengarahkannya ke Tana Toraja dengan alasan lokus kejadian di Tana Toraja saat itu,” Beber Yulius.

Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020

4 November 2026 - 14:56 WIB

Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi

4 November 2026 - 14:49 WIB

DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas

30 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Kasatpol PP Torut Fokus Penegakan Perda, Pengawasan BBM Subsidi, dan Pemadaman Kebakaran

20 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Respon Cepat Tim URC Resmob Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Curanmor di Cafe Peleton

18 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Trending di Hukum