Menu

Mode Gelap
Digerebek Saat Asyik Sabung Ayam, Seorang Pria Diamankan Tim URC Resmob Polres Toraja Utara di Tallunglipu ​ Sarambu Tonapa, Pesona Tersembunyi di Salu Baruppu Toraja Utara Pelarian Ayah Tiri Berakhir, Tim Resmob Polres Toraja Utara Bekuk Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Polres Tator Sebut Tidak Tertutup Kemungkinan Ada TSK Lain dalam Kasus Mafia BBM yang Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan Wakil Ketua KPK RI Tegaskan Pejabat Tidak Boleh Alergi Dengan Media Gebrak Panggung Dunia, Putra Asal Majene Raih Gelar Grand Champion ALOHA di Panama

News

Ketua DPRD Tana Toraja Kritik Pedas Kepala OPD yang Absen Rapat Banggar

badge-check


					Ist Perbesar

Ist

TANA TORAJA, Pedomanindonesia.id – Ketua DPRD Tana Toraja, Drs. Kendek Rante, melayangkan kritik keras terhadap sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mangkir dari Rapat Badan Anggaran (Banggar).

Rapat penting tersebut, yang membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) serta Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2025 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dinilai tidak berjalan optimal karena ketidakhadiran para pemimpin OPD. Kritik ini menjadi sorotan utama mengingat pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam merumuskan kebijakan daerah.

Dalam pernyataannya, Kendek Rante menegaskan bahwa kehadiran Kepala OPD dalam rapat adalah hal yang mutlak. Menurutnya, diskusi yang substansial tidak bisa hanya diwakilkan oleh staf. Rapat ini memerlukan pengambilan keputusan strategis yang hanya bisa dilakukan oleh pemangku jabatan tertinggi di setiap OPD.

“Kami menghargai kerja keras para staf, tapi untuk pembahasan penting, yang harus hadir adalah kepala OPD. Jika hanya mengutus perwakilan tanpa kehadiran kepala, maka rapat ini menjadi tidak maksimal,” tegasnya dengan nada kecewa.

Ia menjelaskan bahwa ketidakhadiran pimpinan OPD secara langsung menghambat kelancaran komunikasi. Seringkali, perwakilan yang diutus tidak memiliki kewenangan penuh untuk menjawab pertanyaan mendalam dari anggota Banggar atau membuat keputusan di tempat. Situasi ini, kata Kendek, kerap kali membuat proses tanya jawab menjadi berlarut-larut dan tidak efektif, yang pada akhirnya menunda pengambilan keputusan penting terkait alokasi anggaran dan program kerja.

Lebih lanjut, Ketua DPRD Tana Toraja tersebut memperingatkan seluruh Kepala OPD untuk lebih memprioritaskan agenda rapat bersama DPRD. Ia menekankan pentingnya menjaga sinergi sebagai kunci utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, tanpa koordinasi yang baik, program-program pembangunan yang telah direncanakan bersama tidak akan berjalan sesuai harapan.

“Kami berharap ke depannya tidak ada lagi agenda rapat yang diwakili tanpa kejelasan. Sinergi antara legislatif dan eksekutif adalah fondasi kemajuan daerah,” tambahnya.

Sebagai penutup, DPRD Tana Toraja berkomitmen untuk terus menjaga kedisiplinan dan sinergitas dengan seluruh OPD. Tujuannya jelas, agar setiap program dan kebijakan daerah dapat diimplementasikan dengan baik, transparan, dan akuntabel.

Harapan besar disematkan agar peristiwa serupa tidak terulang, sehingga kerja sama yang harmonis antara DPRD dan pemerintah daerah dapat terus terjalin demi mewujudkan visi pembangunan Tana Toraja yang lebih baik.

Penulis: AP/Bala

Baca Lainnya

Pemda Toraja Utara Dapat Hadiah Istimewa dari Pemprov Sulsel di HUT ke-18, Terima Bantuan Puluhan Miliar

25 Juli 2026 - 18:57 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Pembunuhan di Tikala dan Amankan 3 Pelaku

21 Juli 2026 - 07:08 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Institusi, Kapolres Toraja Utara Gelar Silaturahmi ke Kodim 1414/Tator

20 Juli 2026 - 16:24 WIB

Legislator Sulsel Firmina Tallulembang Apresiasi Program Desa Mandiri di Toraja

16 Juli 2026 - 09:46 WIB

DPRD Tator Sura’ Matasa’ Apresiasi Kinerja Kepala Dinas PUPR yang Mampu Berinovasi di Tengah Efisiensi Anggaran

13 Juli 2026 - 20:39 WIB

Trending di Headline