Menu

Mode Gelap
Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan Resmob Polres Toraja Utara Amankan Empat Pria Terduga Pelaku Judi Adu Kerbau Buka Expo Satpol PP dan Damkar, Bupati Torut Tekankan Profesionalisme dan Larang Politik Praktis Bupati Torut Bakal Tindak Tegas ASN dan PPPK yang Main Medsos Saat Jam Kerja HUT Satpol PP Torut Bawa Berkah Bagi Pelaku UMKM Perkuat Toleransi, Bupati Toraja Utara dan FKUB Lakukan Studi Tiru ke Pontianak dan Singkawang

Headline

Bupati Torut Minta Warga Jangan Takut Periksa TB, “Semakin Cepat, Semakin Bagus”

badge-check


					Bupati Torut Minta Warga Jangan Takut Periksa TB, “Semakin Cepat, Semakin Bagus” Perbesar

TORUT, PEDOMANINDONESIA – Angka kasus Tuberkulosis (TB) yang masih tinggi di Kabupaten Toraja Utara menjadi sorotan utama pemerintah daerah. Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, tidak tinggal diam. Ia secara langsung menginstruksikan seluruh jajaran di bawahnya, mulai dari camat hingga kepala desa, untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat. Tujuannya satu: memerangi TB dengan cara proaktif, yaitu melalui pemeriksaan kesehatan.

Pertemuan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati pada Selasa, 2 September 2025, menjadi momentum penting bagi Bupati Frederik untuk menyampaikan pesannya. “Kebiasaan kita orang Toraja, kita takut penyakit kita ketahuan,” ungkapnya. Stigma dan rasa malu inilah yang dinilai menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk mencari pengobatan.

Padahal, menurutnya, deteksi dini adalah kunci. “Semakin cepat kita dideteksi, itu semakin bagus.”

TB bukanlah penyakit remeh. Sifatnya yang sangat menular membuat satu orang penderita bisa menularkan ke seluruh anggota keluarganya. “Bahkan orang yang makan obat sekalipun kalau itu tidak tuntas, maka bakterinya tetap ada dalam tubuh dan itu akan menular kepada keluarga sendiri,” jelasnya.

Dengan lebih dari 200 kasus TB yang tercatat di Toraja Utara, urgensi penanganan masalah ini tidak bisa ditawar lagi. Bupati bahkan dengan tegas meminta jajaran lurah dan kepala desa untuk tidak melayani masyarakat yang tidak mendukung program pelayanan kesehatan pemerintah.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Toraja Utara, dengan segala fasilitas kesehatan gratis yang memadai, nyatanya masih memiliki tingkat notifikasi kasus TB yang rendah di tingkat provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas saja tidak cukup, melainkan harus didukung dengan kesadaran kolektif dari masyarakat untuk secara aktif berpartisipasi dalam program kesehatan.

Kampanye Bupati Frederik Viktor Palimbong ini menjadi angin segar bagi upaya pemberantasan TB di Toraja Utara. Ini bukan sekadar ajakan, melainkan sebuah seruan untuk mengikis stigma lama dan memulai era baru di mana kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama.

Baca Lainnya

Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

14 Juni 2026 - 11:14 WIB

Buka Expo Satpol PP dan Damkar, Bupati Torut Tekankan Profesionalisme dan Larang Politik Praktis

9 Juni 2026 - 14:19 WIB

Bupati Torut Bakal Tindak Tegas ASN dan PPPK yang Main Medsos Saat Jam Kerja

8 Juni 2026 - 20:34 WIB

HUT Satpol PP Torut Bawa Berkah Bagi Pelaku UMKM

8 Juni 2026 - 08:31 WIB

Perkuat Toleransi, Bupati Toraja Utara dan FKUB Lakukan Studi Tiru ke Pontianak dan Singkawang

5 Juni 2026 - 13:30 WIB

Trending di Ekobis