Menu

Mode Gelap
Kapolres Torut Bersama Dandim 1414/Tator Melayat ke Rumah Duka Korban Penembakan Papua Dua PPPK Disdik Banyuasin Terjaring OTT, Diduga Pungut Fee dari 21 Kepala Sekolah Sopir Asal Toraja Diduga Jadi Korban Kekerasan Kelompok Bersenjata di Habema Plt Kadis PUPR Toraja Utara Tegaskan Pembongkaran Eks RS Pongtiku Murni Gotong Royong, Belum Ada Pemenang Tender Mendadak Dicopot, Purbaya Tinggalkan Kursi Menteri Keuangan Insiden MBG di Tana Toraja, Loice Christiana Mangontan: “Ini Murni Musibah, Kami Minta Maaf”

Headline

Bupati Torut Minta Warga Jangan Takut Periksa TB, “Semakin Cepat, Semakin Bagus”

badge-check


					Bupati Torut Minta Warga Jangan Takut Periksa TB, “Semakin Cepat, Semakin Bagus” Perbesar

TORUT, PEDOMANINDONESIA – Angka kasus Tuberkulosis (TB) yang masih tinggi di Kabupaten Toraja Utara menjadi sorotan utama pemerintah daerah. Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, tidak tinggal diam. Ia secara langsung menginstruksikan seluruh jajaran di bawahnya, mulai dari camat hingga kepala desa, untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat. Tujuannya satu: memerangi TB dengan cara proaktif, yaitu melalui pemeriksaan kesehatan.

Pertemuan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati pada Selasa, 2 September 2025, menjadi momentum penting bagi Bupati Frederik untuk menyampaikan pesannya. “Kebiasaan kita orang Toraja, kita takut penyakit kita ketahuan,” ungkapnya. Stigma dan rasa malu inilah yang dinilai menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk mencari pengobatan.

Padahal, menurutnya, deteksi dini adalah kunci. “Semakin cepat kita dideteksi, itu semakin bagus.”

TB bukanlah penyakit remeh. Sifatnya yang sangat menular membuat satu orang penderita bisa menularkan ke seluruh anggota keluarganya. “Bahkan orang yang makan obat sekalipun kalau itu tidak tuntas, maka bakterinya tetap ada dalam tubuh dan itu akan menular kepada keluarga sendiri,” jelasnya.

Dengan lebih dari 200 kasus TB yang tercatat di Toraja Utara, urgensi penanganan masalah ini tidak bisa ditawar lagi. Bupati bahkan dengan tegas meminta jajaran lurah dan kepala desa untuk tidak melayani masyarakat yang tidak mendukung program pelayanan kesehatan pemerintah.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Toraja Utara, dengan segala fasilitas kesehatan gratis yang memadai, nyatanya masih memiliki tingkat notifikasi kasus TB yang rendah di tingkat provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas saja tidak cukup, melainkan harus didukung dengan kesadaran kolektif dari masyarakat untuk secara aktif berpartisipasi dalam program kesehatan.

Kampanye Bupati Frederik Viktor Palimbong ini menjadi angin segar bagi upaya pemberantasan TB di Toraja Utara. Ini bukan sekadar ajakan, melainkan sebuah seruan untuk mengikis stigma lama dan memulai era baru di mana kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama.

Baca Lainnya

Kapolres Torut Bersama Dandim 1414/Tator Melayat ke Rumah Duka Korban Penembakan Papua

20 September 2026 - 11:14 WIB

Sopir Asal Toraja Diduga Jadi Korban Kekerasan Kelompok Bersenjata di Habema

17 September 2026 - 19:37 WIB

Plt Kadis PUPR Toraja Utara Tegaskan Pembongkaran Eks RS Pongtiku Murni Gotong Royong, Belum Ada Pemenang Tender

17 September 2026 - 08:19 WIB

Mendadak Dicopot, Purbaya Tinggalkan Kursi Menteri Keuangan

15 September 2026 - 23:49 WIB

Insiden MBG di Tana Toraja, Loice Christiana Mangontan: “Ini Murni Musibah, Kami Minta Maaf”

15 September 2026 - 13:54 WIB

Trending di Headline