Menu ✖

Mode Gelap
DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020 Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi Bupati Toraja Utara Buka Rapat Koordinasi Optimalisasi Siskamling, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kasat Lantas Polres Tana Toraja Ajak Siswa MAN Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

Headline

Bupati Torut Minta Warga Jangan Takut Periksa TB, “Semakin Cepat, Semakin Bagus”

badge-check


					Bupati Torut Minta Warga Jangan Takut Periksa TB, “Semakin Cepat, Semakin Bagus” Perbesar

TORUT, PEDOMANINDONESIA – Angka kasus Tuberkulosis (TB) yang masih tinggi di Kabupaten Toraja Utara menjadi sorotan utama pemerintah daerah. Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, tidak tinggal diam. Ia secara langsung menginstruksikan seluruh jajaran di bawahnya, mulai dari camat hingga kepala desa, untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat. Tujuannya satu: memerangi TB dengan cara proaktif, yaitu melalui pemeriksaan kesehatan.

Pertemuan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati pada Selasa, 2 September 2025, menjadi momentum penting bagi Bupati Frederik untuk menyampaikan pesannya. “Kebiasaan kita orang Toraja, kita takut penyakit kita ketahuan,” ungkapnya. Stigma dan rasa malu inilah yang dinilai menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk mencari pengobatan.

Padahal, menurutnya, deteksi dini adalah kunci. “Semakin cepat kita dideteksi, itu semakin bagus.”

TB bukanlah penyakit remeh. Sifatnya yang sangat menular membuat satu orang penderita bisa menularkan ke seluruh anggota keluarganya. “Bahkan orang yang makan obat sekalipun kalau itu tidak tuntas, maka bakterinya tetap ada dalam tubuh dan itu akan menular kepada keluarga sendiri,” jelasnya.

Dengan lebih dari 200 kasus TB yang tercatat di Toraja Utara, urgensi penanganan masalah ini tidak bisa ditawar lagi. Bupati bahkan dengan tegas meminta jajaran lurah dan kepala desa untuk tidak melayani masyarakat yang tidak mendukung program pelayanan kesehatan pemerintah.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Toraja Utara, dengan segala fasilitas kesehatan gratis yang memadai, nyatanya masih memiliki tingkat notifikasi kasus TB yang rendah di tingkat provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas saja tidak cukup, melainkan harus didukung dengan kesadaran kolektif dari masyarakat untuk secara aktif berpartisipasi dalam program kesehatan.

Kampanye Bupati Frederik Viktor Palimbong ini menjadi angin segar bagi upaya pemberantasan TB di Toraja Utara. Ini bukan sekadar ajakan, melainkan sebuah seruan untuk mengikis stigma lama dan memulai era baru di mana kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama.

Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020

4 November 2026 - 14:56 WIB

Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi

4 November 2026 - 14:49 WIB

DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas

30 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

28 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Bapperida Toraja Utara Gelar Rakor Penyusunan Rencana Kerja Forum Koordinasi Kopi Berkelanjutan

27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Trending di News