Menu

Mode Gelap
Babak Baru Kasus Eks RSUD Pongtiku: Polisi Periksa Anggota DPRD, Pemilik Alat Berat, hingga Kadis Sosial Bisnis Haram di Balik Layar Ponsel: Mahasiswa di Rantepao Diciduk Polisi Saat Transaksi Sabu Cegah Kebakaran Hutan, Kepala Lembang Paku Masanda Ajak Warga Laporkan Pelaku Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Penemuan Mayat Ibu dan Bayi di Tallunglipu DPRD Tator Rekomendasikan Penghentian Sementara SPPG Batupapan 1 dan Keluarkan 7 Poin Penting Usai Dugaan Kasus Keracunan MBG DPRD Tator Minta Pemda Hentikan Sementara Program MBG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan

News

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ballpress Rp6,5 Miliar, Hasil Penyelundupan

badge-check


					Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ballpress Rp6,5 Miliar, Hasil Penyelundupan Perbesar

Jakarta, Pedomanindonesia.Id, – Bea Cukai kembali mencatat sederet penindakan besar terhadap upaya penyelundupan pakaian bekas impor (ballpress) di berbagai wilayah Indonesia. Barang ilegal tersebut memiliki nilai total mencapai miliaran rupiah.

Terbaru, di Tol Cikampek, penyidik Bea Cukai menindak dua truk yang mengangkut 132 koli ballpress senilai Rp1 miliar. Barang tersebut diduga hasil impor ilegal yang dikirim dari Jawa Timur menuju Jakarta.

Sebelumnya, pada 26 April 2025, Bea Cukai Purwakarta juga mengamankan 66 bale ballpress senilai Rp1 miliar dari sebuah mobil boks di Jalan Raya Pamanukan, Subang, Jawa Barat.

Tidak hanya di darat, penindakan juga dilakukan di laut. Pada 30 April 2025, Bea Cukai Dumai menindak sebuah kapal bermuatan 150 bale ballpress senilai Rp525 juta. Modus yang digunakan adalah tidak mencantumkan muatan tersebut dalam dokumen kepabeanan.

Kasus terbesar terjadi pada 7 Agustus 2025, saat Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat mengamankan 2.000 bale ballpress dalam delapan kontainer di Lapangan Peti Kemas Depo Temas Shipping, dengan nilai mencapai Rp4 miliar. Seluruhnya tidak dilengkapi dokumen kepabeanan.

“Capaian penindakan ini menegaskan bahwa ballpress masih menjadi salah satu komoditas yang paling sering menjadi target penyelundupan dan menjadi prioritas pengawasan Bea Cukai di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Djaka, perwakilan Bea Cukai.

Ia menjelaskan, meski kerugian negara tidak bisa dihitung dari sisi penerimaan—karena barang ini dilarang impor berdasarkan Permendag No. 18/2021 jo. Permendag No. 40/2022—peredaran ballpress tetap berisiko tinggi. Selain mengancam industri tekstil dalam negeri dan mengurangi pangsa pasar produk lokal, ballpress juga berpotensi membawa penyakit serta menurunkan citra bangsa di mata dunia.

“Untuk memberantas penyelundupan, kami akan terus memperkuat patroli laut, pengawasan di terminal peti kemas, dan memanfaatkan teknologi pemindaian. Penegakan hukum yang konsisten dan sinergi antarinstansi adalah kunci untuk melindungi masyarakat dan mendukung perekonomian nasional,” tutupnya.

Baca Lainnya

BPBD Toraja Utara Salurkan 8.000 Liter Air Bersih Tanggulangi Dampak Kekeringan

1 September 2026 - 19:45 WIB

Era AI, Super Tani Tantang Anak Muda Jadi Kreator Sekaligus Entrepreneur

30 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Polres Tana Toraja Ringkus 2 Pemuda Asal Enrekang, 103 Sachet Narkotika Siap Edar Disita

21 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Pemda Toraja Utara Dapat Hadiah Istimewa dari Pemprov Sulsel di HUT ke-18, Terima Bantuan Puluhan Miliar

25 Juli 2026 - 18:57 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Pembunuhan di Tikala dan Amankan 3 Pelaku

21 Juli 2026 - 07:08 WIB

Trending di Hukum