TORUT, PEDOMAN INDONESIA – Ribuan Pemuda Toraja membawa rapor merah bertajuk “Toraja Darurat Judi, Narkoba, dan Seks Bebas”. Koalisi besar yang terdiri dari Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT), Pemuda Pancasila, GMKI, hingga berbagai elemen mahasiswa ini mendesak kepolisian bertindak tegas tanpa pandang bulu.
“Sekarang sudah mulai marak judi di arena adu kerbau lima satu tiga satu yang berlindung di balik adat. Tolong, Pak Kapolres, ditindak tegas para penjudi tersebut. Yang bagian dari adat silakan dilakukan, tetapi yang penyakit sosial seperti judi, narkoba, dan seks bebas tolong ditindak tegas, Pak,” ucap salah satu orator dalam aksinya.
Usai bergantian melakukan orasi di depan Mapolres Toraja Utara, para pemuda dipersilakan masuk ke halaman Mapolres, sementara perwakilan massa melakukan audiensi dengan Kapolres di ruang pertemuan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono, menyambut baik dukungan moril dari para pemuda. Ia mengakui keterbatasan personel menjadi salah satu kendala di lapangan.
“Jujur, kami terbatas personel dan hal lainnya. Namun, dengan adanya dukungan moril ini, kami sangat terbantu dan siap berkomitmen penuh,” tegas AKBP Stephanus Luckyto di hadapan perwakilan massa.
Kapolres juga menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri semata, melainkan butuh peran aktif warga sipil. Ia menyebut lembaga keagamaan seperti BPS Gereja Toraja memiliki peran strategis dalam fungsi pemantauan sosial.
“Jangankan pemuda dan mahasiswa, lembaga keagamaan dan institusi kepemudaan juga punya peran penting dalam mengawasi lingkungan kita,” tuturnya.









