Menu

Mode Gelap
Dilantik Jadi Kepala Inspektorat, Yaya Rundupadang Berkomitmen Fokus Selesaikan Temuan BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Kepala BKPSDM Torut Mengaku Belum Terima Data Jumlah PPPK yang Akan Dirumahkan Bupati Torut Lantik Sejumlah Pejabat Tegaskan Utamakan Pelayanan BERITA KEHILANGAN SERTIPIKAT HAK MILIK Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

News

Kelurahan Banta-bantaeng Jadi Percontohan Aksi Stop Stunting, 27 Anak Berhasil Naik Berat Badan

badge-check


					Kelurahan Banta-bantaeng Jadi Percontohan Aksi Stop Stunting, 27 Anak Berhasil Naik Berat Badan Perbesar

Makassar,Pedomanindonesia Id, – Upaya bersama menekan angka stunting di Kota Makassar mulai menunjukkan hasil positif. Melalui program Aksi Stop Stunting (ASS), Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, yang ditunjuk sebagai lokus percontohan, berhasil mencatat peningkatan berat badan pada 27 anak dari total 30 sasaran selama 40 hari pelaksanaan.

Koordinator Tenaga Pendamping Gizi Daerah (TPGD) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Carmelia Rahman, mengungkapkan bahwa meski ada beberapa anak yang mengalami penurunan berat badan, angka tersebut tidak signifikan. “Kami berharap pekan depan akan ada perubahan lebih baik lagi. Tim kami selama tiga hari turun ke lapangan setiap harinya menyasar warga yang anaknya memiliki berat badan di bawah standar, didampingi TP PKK Kelurahan dan para kader gizi,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Banta-bantaeng, Adi Mulyadi Jacub, S.Sos, menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya wilayahnya sebagai percontohan penanganan stunting. “Alhamdulillah, kami senang Kelurahan Banta-bantaeng menjadi lokus dari Dinas Kesehatan Provinsi. Dari 30 anak yang disurvei, kini sudah ada 27 anak yang berat badannya naik,” ujarnya.

Program ASS ini tidak hanya fokus pada pemantauan, tetapi juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi seperti telur, nugget ayam sayur, hingga nasi tim. Menu makanan selalu bervariasi setiap hari dan diperiksa kadar gizinya oleh kader gizi kelurahan.

Menariknya, bagi ibu-ibu yang berhasil menjalankan program ini dengan baik, disiapkan subsidi insentif sebesar Rp300 ribu per anak pada tahap awal. Jika hasilnya terus membaik, insentif ditambah hingga Rp700 ribu.

“Ini bentuk apresiasi agar orang tua semakin bersemangat memperhatikan asupan gizi anaknya. Pencegahan stunting memang jadi prioritas utama Pemprov Sulsel bersama Pemerintah Kota Makassar,” tambah Adi Jacub. Saat ditemui di kantor Lurah Banta-bantaeng, Jumat (05/09/2025).

Aksi Stop Stunting ini juga mendapat dukungan penuh dari TP PKK Kota Makassar, khususnya melalui rumah gizi di tiap kelurahan yang dikelola kader PKK Pokja 4 bidang kesehatan. Kehadiran rumah gizi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi pemerintah provinsi dan Pemkot Makassar dengan masyarakat dan sektor swasta dalam memperluas intervensi gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). (*)

Baca Lainnya

BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi

18 Juni 2026 - 18:25 WIB

BERITA KEHILANGAN SERTIPIKAT HAK MILIK

17 Juni 2026 - 15:10 WIB

Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

14 Juni 2026 - 11:14 WIB

Bupati Torut Bakal Tindak Tegas ASN dan PPPK yang Main Medsos Saat Jam Kerja

8 Juni 2026 - 20:34 WIB

HUT Satpol PP Torut Bawa Berkah Bagi Pelaku UMKM

8 Juni 2026 - 08:31 WIB

Trending di Ekobis