TATOR, PEDOMANINDONESIA – Terduga pelaku perusakan SMP PGRI Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, mangkir dari panggilan polisi. Ia beralasan sakit saat dimintai keterangan.
Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, IPTU Arlinansius Allolayuk, saat dihubungi pada Rabu (27/08/2025).
“Yang kasus perusakan sekolah itu sedang kami selidiki. Kami sudah panggil terlapor untuk dimintai keterangan sebagai saksi, tapi sampai sekarang dia belum datang karena katanya masih sakit,” ujar Arlin.
Sebelumnya, Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP – PGRI) telah melaporkan dugaan perusakan fasilitas sekolah tersebut ke Polres Tana Toraja. Laporan ini diajukan setelah sejumlah fasilitas sekolah dirusak beberapa waktu lalu.
Salah satu tim kuasa hukum YPLP-PGRI, Anthonius T. Tulak, mengungkapkan hal ini saat konferensi pers di Royal Cafe, Makale, pada Kamis (10/06/2025).
“Belum lama ini, kami telah melaporkan dugaan tindak pidana perusakan yang dilakukan secara bersama-sama. Oknum tidak bertanggung jawab merusak gerbang sekolah dan memasang pagar kawat berduri secara sepihak di lapangan sekolah,” kata Anthonius pada Kamis (10/07/2025).
Dia juga berharap Bupati Tana Toraja memberikan perhatian pada kasus ini agar kegiatan belajar mengajar di SMP PGRI Marinding dapat kembali normal.
Anthonius menjelaskan bahwa selain dugaan perusakan fasilitas, dua ruang kelas juga disegel dari dalam. Akibatnya, siswa yang ruangannya terkunci terpaksa harus belajar di teras sekolah.









