Menu

Mode Gelap
GMNI Toraja Utara Dukung BPS Gereja Toraja Berantas Judi di Arena Tedong Silaga Suara Profetis Gereja Toraja: Menegasi Judi di Balik Tradisi Silaga THR ASN dan PPPK di Kecamatan Masanda Cair Tepat Waktu Camat Masanda Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemda Bersama Bapanas dan Pemkab, Kapolres Toraja Utara Pantau Harga Pangan Jelang Idulfitri Kabar Gembira: Pemkab Tana Toraja Mulai Cairkan THR ASN dan PPPK Senilai Rp15 Miliar Hanya Jadi “Kurir” Aspirasi, Pemda Tana Toraja Dinilai Tidak Berani Tolak Tegas Proyek Geothermal

Headline

Bupati Torut Minta Warga Jangan Takut Periksa TB, “Semakin Cepat, Semakin Bagus”

badge-check


					Bupati Torut Minta Warga Jangan Takut Periksa TB, “Semakin Cepat, Semakin Bagus” Perbesar

TORUT, PEDOMANINDONESIA – Angka kasus Tuberkulosis (TB) yang masih tinggi di Kabupaten Toraja Utara menjadi sorotan utama pemerintah daerah. Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, tidak tinggal diam. Ia secara langsung menginstruksikan seluruh jajaran di bawahnya, mulai dari camat hingga kepala desa, untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat. Tujuannya satu: memerangi TB dengan cara proaktif, yaitu melalui pemeriksaan kesehatan.

Pertemuan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati pada Selasa, 2 September 2025, menjadi momentum penting bagi Bupati Frederik untuk menyampaikan pesannya. “Kebiasaan kita orang Toraja, kita takut penyakit kita ketahuan,” ungkapnya. Stigma dan rasa malu inilah yang dinilai menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk mencari pengobatan.

Padahal, menurutnya, deteksi dini adalah kunci. “Semakin cepat kita dideteksi, itu semakin bagus.”

TB bukanlah penyakit remeh. Sifatnya yang sangat menular membuat satu orang penderita bisa menularkan ke seluruh anggota keluarganya. “Bahkan orang yang makan obat sekalipun kalau itu tidak tuntas, maka bakterinya tetap ada dalam tubuh dan itu akan menular kepada keluarga sendiri,” jelasnya.

Dengan lebih dari 200 kasus TB yang tercatat di Toraja Utara, urgensi penanganan masalah ini tidak bisa ditawar lagi. Bupati bahkan dengan tegas meminta jajaran lurah dan kepala desa untuk tidak melayani masyarakat yang tidak mendukung program pelayanan kesehatan pemerintah.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Toraja Utara, dengan segala fasilitas kesehatan gratis yang memadai, nyatanya masih memiliki tingkat notifikasi kasus TB yang rendah di tingkat provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas saja tidak cukup, melainkan harus didukung dengan kesadaran kolektif dari masyarakat untuk secara aktif berpartisipasi dalam program kesehatan.

Kampanye Bupati Frederik Viktor Palimbong ini menjadi angin segar bagi upaya pemberantasan TB di Toraja Utara. Ini bukan sekadar ajakan, melainkan sebuah seruan untuk mengikis stigma lama dan memulai era baru di mana kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama.

Baca Lainnya

GMNI Toraja Utara Dukung BPS Gereja Toraja Berantas Judi di Arena Tedong Silaga

19 Maret 2026 - 19:33 WIB

THR ASN dan PPPK di Kecamatan Masanda Cair Tepat Waktu Camat Masanda Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemda

18 Maret 2026 - 09:26 WIB

Kabar Gembira: Pemkab Tana Toraja Mulai Cairkan THR ASN dan PPPK Senilai Rp15 Miliar

17 Maret 2026 - 13:21 WIB

Hanya Jadi “Kurir” Aspirasi, Pemda Tana Toraja Dinilai Tidak Berani Tolak Tegas Proyek Geothermal

17 Maret 2026 - 08:02 WIB

Pemda Tana Toraja Jamin Berkas Penolakan Geothermal Telah Dikirim ke Kementerian

16 Maret 2026 - 21:42 WIB

Trending di Headline