Menu

Mode Gelap
Dilantik Jadi Kepala Inspektorat, Yaya Rundupadang Berkomitmen Fokus Selesaikan Temuan BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Kepala BKPSDM Torut Mengaku Belum Terima Data Jumlah PPPK yang Akan Dirumahkan Bupati Torut Lantik Sejumlah Pejabat Tegaskan Utamakan Pelayanan BERITA KEHILANGAN SERTIPIKAT HAK MILIK Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

News

Bupati Gowa Husniah Sebut Konten Kekerasan jadi Pemicu Praktik Bullying Anak

badge-check


					Bupati Gowa Husniah Sebut Konten Kekerasan jadi Pemicu Praktik Bullying Anak Perbesar

Gowa, pedomanIndonesia – Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mendorong pemerintah melakukan upaya pelindungan kepada anak-anak sebagai generasi mendatang. Husniah menyebut, bahaya kekerasan di dunia digital butuh penanganan serius karena efeknya bisa merusak mentalitas anak.

Olehnya, dirinya memberikan dukungan penuh atas upaya pemerintah pusat melalui kebijakan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam melindungi anak-anak dari bahaya digital, termasuk dari kekerasan digital (cyberbullying) yang marak di media sosial.

“Saya sangat mengapresiasi langkah cepat dan konkret Menkomdigi dalam upaya melindungi anak-anak dari kekerasan digital, sama seperti dunia nyata, dunia maya pun penuh ancaman,” ungkapnya, saat mendampingi kunjungi Menkomdigi, Meutya Hafid, saat meninjau Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) Kelas I Makassar di Kecamatan Bontomarannu, kemarin.

Ia juga menyoroti keberhasilan pengawasan konten kekerasan yang melibatkan anak-anak di platform digital.

“Pengawasan terhadap konten berbahaya kini lebih ketat. Banyak konten kekerasan terhadap anak berhasil dihapus berkat keseriusan Bu Meutya. Tapi tentunya, perlindungan maksimal hanya bisa tercapai jika semua pihak mau bekerjasama,” tutupnya.

Sementara, Menkomdigi, Meutya Hafid menegaskan pentingnya peran orang tua, khususnya para ibu, dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada anak-anak dari ancaman dunia digital yang semakin kompleks.

Selain memantau sistem pengawasan spektrum frekuensi, Meutya juga mengangkat isu penting mengenai keselamatan anak-anak dalam penggunaan teknologi dan media digital.

“Kami percaya bahwa meskipun peran ayah penting, ibu-ibu seringkali memiliki lebih banyak waktu bersama anak di rumah, sehingga lebih strategis dalam memberikan edukasi soal keamanan digital,” ujar Meutya Hafid kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan regulasi untuk menunda akses media sosial bagi anak-anak, namun kebijakan itu perlu didukung dengan edukasi dari lingkungan keluarga.

“Aturan saja tidak cukup. Peran keluarga, terutama ibu sebagai pendidik pertama anak, sangat krusial untuk memastikan anak-anak memahami risiko di dunia maya,” jelasnya.

Meutya juga mengimbau pemerintah daerah untuk mengevaluasi kemungkinan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah.

Langkah ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan bebas dari distraksi digital.

“Kami mendorong kepala daerah, termasuk di Sulawesi Selatan, untuk mengkaji apakah pembatasan gawai di sekolah bisa diterapkan demi keamanan dan kenyamanan belajar anak,” harapnya.

Turut mendampingi Bupati Gowa pada penerimaan kunjungan Menkomdigi ini turut dihadiri Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni, Camat Bontomarannu, Muhammad Syafa’at Surya Atmaja. (abdi)

Baca Lainnya

BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi

18 Juni 2026 - 18:25 WIB

BERITA KEHILANGAN SERTIPIKAT HAK MILIK

17 Juni 2026 - 15:10 WIB

Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

14 Juni 2026 - 11:14 WIB

Bupati Torut Bakal Tindak Tegas ASN dan PPPK yang Main Medsos Saat Jam Kerja

8 Juni 2026 - 20:34 WIB

HUT Satpol PP Torut Bawa Berkah Bagi Pelaku UMKM

8 Juni 2026 - 08:31 WIB

Trending di Ekobis