TORUT, PEDOMAN INDONESIA – Menindaklanjuti hasil rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Toraja Utara (Torut), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat menjadwalkan pengawasan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terkait penyaluran BBM bersubsidi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Satpol PP Torut, Rianto Yusuf, pada Senin (13/07/2026).
“Rencananya hari ini kami mulai turun melakukan pengawasan. Namun, karena tiba-tiba ada rapat mendadak dengan pimpinan, jadwal turun ke SPBU-SPBU untuk mengawasi penyaluran BBM subsidi ke masyarakat terpaksa kami tunda terlebih dahulu,” ujar Rianto Yusuf.
Rianto menjelaskan bahwa pengawasan ini tidak hanya dilakukan oleh personel Satpol PP sendiri, melainkan gabungan bersama dinas terkait serta aparat penegak hukum.
“Kami akan turun bersama dinas terkait dan turut melibatkan TNI-Polri. Langkah ini sesuai dengan hasil kesepakatan bersama Komisi III DPRD yang sebelumnya telah menghadirkan seluruh pemilik SPBU se-Toraja Utara beberapa waktu lalu,” tambahnya.
Ia juga menegaskan tidak akan segan-segan menindak pihak yang kedapatan melakukan kecurangan, seperti memodifikasi tangki kendaraan untuk menimbun BBM.
“Jika ada pelanggaran yang kami temukan di lapangan, pasti akan kami tindak tegas dan langsung diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas Rianto.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Torut, Julianto Mapelay, sempat menyoroti antrean panjang kendaraan yang kerap terjadi di sejumlah SPBU di Toraja Utara. Ia mengaku mengantongi bukti adanya kendaraan yang diduga kuat sebagai pelangsir BBM.
“Kalau ada yang bilang tidak ada penimbunan, itu tidak benar. Saya memegang bukti foto kendaraan yang melanggar dan mengisi BBM subsidi untuk diduga ditimbun. Praktik seperti inilah yang sangat merugikan masyarakat banyak,” kata Julianto.
Julianto pun berharap ke depannya ada personel Satpol PP yang disiagakan di setiap SPBU guna mempersempit ruang gerak para mafia BBM bersubsidi.
“Kami berharap ke depan setiap SPBU bisa dijaga oleh Satpol PP untuk menghindari mafia BBM yang diduga memperjualbelikan kembali pasokan subsidi ini ke luar daerah,” pungkas Julianto.










