Menu ✖

Mode Gelap
DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020 Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi Bupati Toraja Utara Buka Rapat Koordinasi Optimalisasi Siskamling, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kasat Lantas Polres Tana Toraja Ajak Siswa MAN Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

Kesehatan

Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

badge-check


					Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan Perbesar

TATOR, PEDOMANINDONESIA – Sejumlah masyarakat di Kelurahan Tengan, Kecamatan Mengkendek, mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera turun ke lapangan dan menutup Kafe Kenzio. Keberadaan kafe tersebut dinilai telah mengganggu ketertiban dan ketenteraman masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang warga, Sriwanty Mengatta, saat ditemui di Mengkendek pada Minggu (14/06/2026).

“Jadi begini, Pak. Dengan kehadiran Kafe Kenzio di sini, kami merasa sangat terganggu karena setiap malam mereka memutar musik (dengan keras). Kemudian, karyawannya juga mengenakan pakaian yang kurang pantas. Kampung kami ini kampung yang terjaga adat dan kesopanannya. Jadi, dengan adanya Kafe Kenzio, kami merasa kampung kami dikotori. Besar harapan kami agar kafe ini segera ditutup. Kalau tidak, kami akan mendatangi DPRD untuk menggelar aksi,” kata Sriwanty.

Lebih lanjut, Sriwanty menjelaskan bahwa sebelumnya sejumlah warga bahkan dengan hanya mengenakan daster sempat mendatangi langsung lokasi kafe untuk melayangkan protes.

“Kami juga sempat mendatangi Kafe Kenzio agar segera ditutup karena sudah sangat meresahkan,” ucapnya.

Sriwanty menambahkan, situasi ini kian memprihatinkan karena ada salah satu anggota keluarganya yang sedang sakit dan membutuhkan ketenangan untuk memulihkan kondisi.

“Tolong, Pak Satpol PP, tutup kafe ini. Kasihan, saat ini ada keluarga saya yang sedang sakit. Beliau butuh banyak istirahat. Kalau musiknya berbunyi terus, dia tidak bisa istirahat dengan baik,” pungkas Sriwanty.

Baca Lainnya

Bupati Toraja Utara Buka Rapat Koordinasi Optimalisasi Siskamling, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

2 November 2026 - 19:31 WIB

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

28 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Bapperida Toraja Utara Gelar Rakor Penyusunan Rencana Kerja Forum Koordinasi Kopi Berkelanjutan

27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Respon Cepat Tim URC Resmob Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Curanmor di Cafe Peleton

18 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dosen Psikologi UIT Prihatin kejadian Bullying di Tana Toraja

16 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Trending di Kesehatan