Menu

Mode Gelap
Digerebek Saat Asyik Sabung Ayam, Seorang Pria Diamankan Tim URC Resmob Polres Toraja Utara di Tallunglipu ​ Sarambu Tonapa, Pesona Tersembunyi di Salu Baruppu Toraja Utara Pelarian Ayah Tiri Berakhir, Tim Resmob Polres Toraja Utara Bekuk Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Polres Tator Sebut Tidak Tertutup Kemungkinan Ada TSK Lain dalam Kasus Mafia BBM yang Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan Wakil Ketua KPK RI Tegaskan Pejabat Tidak Boleh Alergi Dengan Media Gebrak Panggung Dunia, Putra Asal Majene Raih Gelar Grand Champion ALOHA di Panama

Ekobis

Warga Perumahan Mario Nanggala Raya Keluhkan Minimnya Fasilitas Umum dan Air Bersih

badge-check


					Warga Perumahan Mario Nanggala Raya Keluhkan Minimnya Fasilitas Umum dan Air Bersih Perbesar

PARE-PARE, PEDOMANINDONESIA – Sejumlah penghuni Perumahan Mario Nanggala Raya, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, mengeluhkan buruknya pemenuhan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di lingkungan mereka. Beberapa poin krusial yang disorot meliputi ketiadaan tempat ibadah, sulitnya akses air bersih, hingga masalah keamanan jalan.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak pengembang (developer) yang dinilai abai terhadap janji penyediaan fasilitas.

Hingga saat ini, warga mengaku kesulitan untuk beribadah secara berjamaah karena tidak adanya musala atau masjid di area perumahan.

“Seharusnya sejak awal pengelola sudah menyiapkan tempat ibadah, setidaknya musala. Tapi sampai sekarang nihil,” ujar narasumber tersebut, Kamis (19/02/2026).

Selain itu, akses air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum menyentuh perumahan ini. Warga terpaksa bergantung pada sumur bor milik pihak ketiga dengan biaya bulanan, meski kualitas air seringkali tidak layak.

“Kami bayar tiap bulan, tapi airnya sering keruh dan berbau tidak sedap,” lanjutnya.

Kondisi akses masuk perumahan juga dikeluhkan karena minimnya Lampu Jalan Umum (PJU). Jalur yang melewati area hutan tersebut menjadi gelap gulita saat malam hari, sehingga memicu rasa waswas bagi pengendara, termasuk ojek daring.

“Jalan masuk sangat gelap kalau malam. Seringkali tukang ojek tidak berani masuk, sehingga kami terpaksa jalan kaki dari luar,” keluhnya.

Tak hanya itu, tumpukan sampah di persimpangan jalan masuk turut menjadi persoalan. Selain menimbulkan bau busuk, sampah yang berserakan akibat ulah hewan liar seringkali membahayakan pengendara motor yang melintas. Warga berharap ada ketegasan dari pihak pengelola dan kesadaran dari masyarakat luar agar tidak membuang sampah sembarangan di area tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang memadai memang belum terlihat sepenuhnya di lokasi tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengembang belum memberikan tanggapan atau konfirmasi meski telah dihubungi oleh awak media untuk memberikan klarifikasi.

Penulis: Bala

Baca Lainnya

Sarambu Tonapa, Pesona Tersembunyi di Salu Baruppu Toraja Utara

3 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Polres Tator Sebut Tidak Tertutup Kemungkinan Ada TSK Lain dalam Kasus Mafia BBM yang Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

1 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Gebrak Panggung Dunia, Putra Asal Majene Raih Gelar Grand Champion ALOHA di Panama

29 Juli 2026 - 15:07 WIB

Mobil Pikap Masuk Padang Rumput Ollon, Warganet Khawatir Keindahan Wisata Tana Toraja Rusak

26 Juli 2026 - 23:12 WIB

Pemda Toraja Utara Dapat Hadiah Istimewa dari Pemprov Sulsel di HUT ke-18, Terima Bantuan Puluhan Miliar

25 Juli 2026 - 18:57 WIB

Trending di Headline