TATOR, PEDOMANINDONESIA — Puluhan siswa SMPN 1 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para korban kini tengah menjalani perawatan medis di tiga rumah sakit berbeda, yakni RS Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatimah, Kamis (3/9/2026).
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, saat ditemui awak media di RS Lakipadada menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah bergerak cepat menangani penanganan medis para siswa.
“Tentunya kita mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan. Ada tiga rumah sakit yang disiapkan untuk merawat para korban. Kita bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Saya sudah menginstruksikan seluruh pimpinan rumah sakit agar menangani masalah ini seoptimal mungkin,” ujar dr. Zadrak.
Ia merincikan, sebanyak 30 siswa dirawat di RS Lakipadada, 27 siswa di RS Sinar Kasih, dan 22 siswa di RS Fatimah.
“Mari kita berdoa bersama semoga anak-anak kita segera pulih. Saya lihat tadi ada juga yang mual dan muntah,” tambahnya.
Keluhan kesehatan seperti sakit perut dan mual mulai dirasakan para siswa sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Padahal, paket makanan program MBG tersebut diterima dan dikonsumsi pada Rabu (2/9/2026). Selain puluhan siswa, sejumlah tenaga pengajar di SMPN 1 Makale dilaporkan turut mengalami gejala serupa.
“Mulai sakit tadi malam, dan pas mereka ke sekolah ternyata banyak siswa lainnya juga merasakan hal yang sama,” ungkap Jum (48), salah satu orang tua siswa saat ditemui di RS Sinar Kasih, Makale.
Menu MBG yang dibagikan tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makale Batupapan II, terdiri dari nasi, ayam, sayur, tempe, serta buah melon.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Makale Batupapan II maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja belum memberikan keterangan resmi terkait hasil uji laboratorium mengenai penyebab pasti timbulnya gejala keracunan tersebut. Para siswa masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan masing-masing. (edy)











