TANA TORAJA, Pedomanindonesia.id – Keterlambatan proyek rabat beton yang didanai oleh dana desa di Lembang Tapparan Utara, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, menarik perhatian serius dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Lembang (DPML), Marida Bungin. Setelah menerima laporan dari masyarakat, Marida langsung meninjau lokasi pada Rabu (5/8/2025) untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Tadi setelah saya dapat informasi saya langsung turun lapangan mengecek informasi tersebut. Setelah saya cek ternyata informasi tersebut benar adanya,” kata Marida.
Ia tidak mentolerir alasan penundaan proyek ini dan langsung memberikan ultimatum kepada Kepala Lembang.
“Saya sampaikan kepada kepala lembang, tidak ada alasan, proyek dana desa ini harus selesai,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Marida menanyakan alasan di balik mangkraknya proyek. Kepala Lembang Tapparan Utara, Riharyantje Tanggalayuk, mengakui bahwa ia dan warganya terlalu sibuk dengan kegiatan pesta adat.
“Tadi saya tanya kepala lembang apa masalahnya kenapa tidak kerja proyek tersebut, yang bersangkutan mengatakan bahwa dirinya sibuk di pesta dan juga warga yang mau kerja juga sibuk di pesta, sehingga proyek tersebut terbengkalai,” jelas Marida.
Meskipun sebagian anggaran sudah dialokasikan untuk material, Marida menekankan agar proyek segera dimulai.
“Tadi pak lembangnya sampaikan sama saya kalau dananya sebagian sudah digunakan untuk belanja material dan juga masih ada dananya sebagian sudah disimpan. Kemudian saya sampaikan, tidak ada alasan tidak menyelesaikan proyek ini dalam waktu dekat, dan saya akan aktif awasi proyek tersebut sampai selesai,” tambahnya.
Sebelumnya, keresahan warga muncul karena proyek rabat beton yang dananya dikabarkan telah cair 100% tak kunjung dikerjakan.
Kepala Lembang Riharyantje sendiri membenarkan bahwa dana sudah cair dan berjanji akan menyelesaikan proyek tersebut dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
“Dananya memang sudah cair, tapi dipakai untuk belanja bahan seperti pasir dan batu chipping dari masyarakat. Sekarang kami sudah mulai kerja karena musim kemarau sudah masuk, dan pesta-pesta sudah selesai. Saya pastikan dua sampai tiga minggu ke depan sudah selesai,” pungkas Riharyantje.









