TORAJA UTARA, PEDOMANINDONESIA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Toraja Utara menyatakan sikap tegas mendukung penuh langkah Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja dalam memerangi praktik perjudian dan penyakit sosial lainnya, khususnya yang kerap terjadi di arena Tedong Silaga.
Budaya Bukan Legitimasi Perjudian
Ketua DPC GMNI Toraja Utara, Septian Tulak Lande’, menekankan bahwa meskipun Tedong Silaga adalah bagian dari warisan budaya dan ekspresi adat masyarakat Toraja yang bernilai spiritual tinggi, kesucian nilai tersebut tidak boleh dicederai oleh aktivitas ilegal.
“Pelestarian budaya tidak boleh dijadikan legitimasi bagi praktik yang merusak. Judi dan penyakit sosial lainnya harus diberantas secara sistematis karena bertentangan dengan nilai adat, norma agama, serta hukum yang berlaku,” tegas Septian.
Soroti Keterlibatan Anak di Bawah Umur
Salah satu poin krusial yang disoroti GMNI adalah fenomena miris keterlibatan anak-anak usia sekolah di arena adu kerbau tersebut. Kehadiran pelajar yang bahkan sampai mengabaikan waktu sekolah dianggap sebagai indikasi lemahnya pengawasan sosial yang mengancam masa depan generasi muda.
5 Rekomendasi Solutif GMNI Toraja Utara
Sebagai langkah konkret, GMNI menawarkan lima rekomendasi aplikatif untuk mengatasi persoalan ini:
-
Penguatan Aturan Berbasis Adat & Gereja: BPS Gereja Toraja diharapkan mengeluarkan imbauan resmi yang disertai komitmen tokoh adat untuk melarang judi di setiap kegiatan Tedong Silaga.
-
Pembatasan Akses Pelajar: Mendorong keluarga dan gereja untuk melarang anak usia sekolah berada di arena pada jam belajar, dengan pengawasan langsung dari pengurus jemaat.
-
Edukasi & Pendampingan Pastoral: Memasukkan materi dampak buruk judi dan pentingnya pendidikan dalam khotbah, persekutuan pemuda, serta pembinaan keluarga.
-
Tata Kelola Waktu Kegiatan: Mengatur jadwal kegiatan budaya agar tidak berbenturan dengan aktivitas akademik siswa.
-
Kolaborasi Lintas Komunitas: Membangun sinergi antara gereja, tokoh adat, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan untuk menjaga arena tetap bersih dari praktik menyimpang.
Komitmen Pengawalan
DPC GMNI Toraja Utara berkomitmen untuk terus mengawal isu ini secara konstruktif dan siap bersinergi dengan BPS Gereja Toraja guna mewujudkan pelestarian budaya yang bermartabat serta melindungi masa depan generasi muda Toraja.








