TORUT, PEDOMANINDONESIA – Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, S.T., S.M., M.Ak., membuka Rapat Koordinasi Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas Tingkat Kabupaten Toraja Utara, yang berlangsung di Misiliana Hotel, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk memperkuat implementasi pelayanan kesehatan primer dan komunitas sekaligus menyatukan komitmen berbagai perangkat daerah, fasilitas kesehatan, serta pemangku kepentingan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Toraja Utara.
Dalam laporan panitia pelaksana, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Program Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara Tahun 2026, khususnya pada bidang pelayanan kesehatan.
Rapat koordinasi ini bertujuan mengevaluasi capaian program strategis, mengidentifikasi berbagai hambatan dalam implementasi pelayanan kesehatan primer dan komunitas, serta merumuskan strategi penguatan pelayanan. Selain itu, kegiatan diarahkan untuk membangun keterlibatan dan komitmen bersama lintas sektor dan pemangku kepentingan dalam penyusunan rekomendasi serta tindak lanjut program kesehatan.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri atas unsur Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, DPRD, TNI dan Polri, perguruan tinggi, TP PKK, perangkat daerah, para camat, kepala puskesmas, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara.
Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara, serta tim narasumber kesehatan dari Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini didukung melalui Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Frederik Victor Palimbong menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut harus menghasilkan pemahaman yang sama mengenai integrasi pelayanan kesehatan primer sehingga seluruh pihak dapat mengambil peran sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
“Yang kita bicarakan hari ini adalah bagaimana meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Toraja Utara. Dan itu kita mulai dari pelayanan yang optimal, terutama di puskesmas,” ujar Bupati.
Bupati juga menyoroti sejumlah capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang masih perlu mendapat perhatian dan ditingkatkan. Di antaranya pelayanan kesehatan balita yang berada pada kisaran 65 persen, pelayanan kesehatan usia lanjut sekitar 38 persen, pelayanan kesehatan penderita hipertensi sekitar 52 persen, serta pelayanan bagi masyarakat yang berisiko terinfeksi HIV yang masih perlu diperkuat.
Ia meminta seluruh jajaran terkait tidak hanya berfokus pada pencapaian angka, tetapi juga memastikan masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.
“Jangan sampai kita mengatakan capaian sudah baik, tetapi skrining dan pelayanan di lapangan belum optimal. Karena itu, kita perlu meningkatkan pelayanan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang baik,” tegasnya.
Bupati menekankan bahwa perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, balita, kelompok usia lanjut, penyakit tidak menular, serta pencegahan dan pengendalian penyakit menular harus menjadi bagian penting dari pembangunan kesehatan di Toraja Utara.
Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan peran puskesmas dan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kesehatan tidak dapat hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan. Diperlukan kolaborasi seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan lembang, puskesmas, TP PKK, TNI-Polri, DPRD, serta seluruh unsur masyarakat.
“Pendidikan dan kesehatan harus menjadi perhatian utama. Kita ingin membangun masyarakat yang sehat dan produktif. Karena itu, mari kita fokus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan pentingnya dukungan anggaran dalam memastikan program kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, program yang telah direncanakan harus diikuti dengan pelaksanaan dan pengawasan yang baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam mendorong program pembangunan daerah, termasuk upaya Pemerintah Kabupaten Toraja Utara memperoleh dukungan program pengelolaan sampah yang berkaitan erat dengan kesehatan dan kualitas lingkungan.
Bupati menyampaikan bahwa Toraja Utara menjadi salah satu dari 30 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan dukungan program tersebut dengan nilai lebih dari Rp100 miliar untuk periode empat tahun.
“Program yang kita dapatkan harus benar-benar kita kerjakan. Sebagus apa pun program dan sebesar apa pun dukungan yang kita peroleh, semuanya tidak akan berarti jika tidak dilaksanakan dengan baik untuk menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat,” jelasnya.
Terkait berbagai persoalan kesehatan, termasuk stunting, tuberkulosis, HIV, hipertensi, dan rendahnya cakupan skrining, Bupati mengajak seluruh pihak untuk memperkuat edukasi, komunikasi, pendekatan kepada masyarakat, serta meningkatkan cakupan pelayanan.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Toraja Utara bersama Wakil Bupati akan terus mendorong peningkatan kinerja pelayanan kesehatan melalui pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan.
“Bersama Pak Wakil Bupati dan dibantu para camat, kami akan menjadi mata dan telinga untuk memastikan pelayanan di masyarakat berjalan dengan baik. Masukan dari DPRD juga harus kita dengarkan karena mereka memiliki konstituen yang menerima langsung pelayanan pemerintah,” ungkapnya.
Bupati berharap seluruh peserta, khususnya pimpinan perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, dan jajaran tenaga kesehatan, dapat memperkuat kolaborasi dalam menjalankan pelayanan kesehatan primer dan komunitas.
“Tidak bisa lagi kita berbicara tentang kesehatan primer kalau kemudian pelayanan di puskesmas tidak optimal. Karena itu, mari kita berkolaborasi meningkatkan pelayanan kesehatan dan pada akhirnya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Toraja Utara,” katanya.
Di akhir sambutannya, Bupati Frederik Victor Palimbong secara resmi membuka Rapat Koordinasi Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas Tingkat Kabupaten Toraja Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi, S.Ak., M.B.A., Kepala Kepolisian Resor Toraja Utara, Dandim 1414 Tana Toraja, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Toraja Utara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Inspektur Inspektorat Daerah, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Lembang, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, para camat se-Kabupaten Toraja Utara, jajaran Dinas Kesehatan, serta para kepala puskesmas se-Kabupaten Toraja Utara.











