TORAJA UTARA, PEDOMANINDONESIA — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Riantho Yusuf, turun langsung memantau penyaluran BBM subsidi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kelurahan Karassik, Kecamatan Rantepao, Selasa (04/11/2026). Berdasarkan pemantauan di lokasi, sejumlah mobil truk yang diduga menggunakan tangki modifikasi berkapasitas besar tampak meninggalkan area SPBU saat Riantho tiba.
“Hari ini saya turun langsung memantau penyaluran BBM subsidi dan menemukan beberapa kejanggalan. Namun, hal tersebut bukan ranah kami; tugas kami sebatas melakukan pengawasan,” ujar Riantho.
Riantho menjelaskan, pihaknya menyiagakan 4 hingga 5 personel di setiap SPBU di Toraja Utara. Dengan total 6 SPBU yang beroperasi, Satpol PP mengerahkan sekitar 30 personel setiap harinya.
Khusus untuk SPBU Karassik, Satpol PP menambah 8 personel yang dibagi ke dalam dua sif untuk mengatur arus lalu lintas di depan jalan raya. Langkah ini diambil guna mencegah antrean kendaraan yang dapat memicu kemacetan dan mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Sampai sekarang masih ada yang berusaha melebihi batas ketentuan yang kami tetapkan bersama pihak SPBU, misalnya mencoba melakukan pengisian dua kali. Namun, kami terus mengimbau masyarakat, dan kami bersyukur masyarakat dapat menerima serta mengikuti anjuran kami agar mengisi BBM secukupnya saja—tidak untuk keperluan lain, apalagi diperjualbelikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kerja sama dari masyarakat sangat membantu karena sebagian besar bersedia mengikuti aturan dengan hanya melakukan pengisian sekali dalam sehari.
Mengenai langkah lanjutan, Riantho menegaskan pihaknya akan terus menempatkan personel di SPBU-SPBU tersebut hingga batas waktu yang belum ditentukan demi kepentingan bersama.
“Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan BBM biasanya akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang masuk ke Toraja Utara. Dengan adanya pengawasan yang adil di SPBU, kami berharap ada dampak positif bagi masyarakat agar bisa mendapatkan BBM tanpa harus mengantre terlalu lama,” pungkasnya.
Penulis: Dasen / AP
Editor: Redaksi












