TANA TORAJA, PEDOMANINDONESIA – Guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas), Polres Tana Toraja (Tator) gencar dan aktif melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah serta jalan raya terkait faktor-faktor penyebab kecelakaan.
Pihak Kepolisian mengungkapkan kepuasannya atas penurunan angka kecelakaan yang terjadi tahun ini. Penurunan tersebut mencakup tingkat luka ringan, luka berat, hingga korban meninggal dunia.
“Tahun ini, alhamdulillah, kami berhasil membenahi data kecelakaan. Angka kecelakaan mengalami penurunan, baik dari tingkat luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia,” ujar Kasat Lantas Polres Tana Toraja, AKP Syarif.
Syarif memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada masyarakat Tana Toraja yang dinilainya makin sadar dan tertib dalam berlalulintas.
“Saya salut kepada masyarakat di Kabupaten Tana Toraja yang sudah membudayakan ketertiban dan keselamatan berlalulintas. Ada beberapa saran serta masukan dari kami, khususnya yang menyasar anak-anak remaja dan pelajar,” jelasnya.
Edukasi ke sekolah-sekolah terus dilakukan secara masif. Menurut Syarif, beberapa sekolah bahkan secara sukarela membantu menerapkan aturan dan menertibkan kendaraan siswanya yang tidak sesuai standar.
“Beberapa sekolah secara sukarela ikut menerapkan penertiban kendaraan yang tidak standar. Saya sangat bersyukur dan salut atas kesadaran tersebut. Setelah diberikan pemahaman, para siswa akhirnya sadar sendiri. Ada yang menyampaikan, ‘Iya Pak, saya tidak mau lagi menggunakan knalpot brong karena sangat mengganggu masyarakat,'” ungkap Syarif menirukan pernyataan siswa.
Persiapan Operasi Patuh
Lebih lanjut, Syarif mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan saat berkendara. Pasalnya, dalam waktu dekat kepolisian akan menggelar Operasi Patuh selama kurang lebih 14 hari.
“Ke depan, tidak lama lagi kita akan melaksanakan Operasi Patuh selama kurang lebih 14 hari. Meskipun Time Frame (TF)-nya belum turun, kemungkinan besar akan dilaksanakan pertengahan hingga awal bulan depan. Kemungkinan penindakan akan lebih tinggi, oleh karena itu saat ini kami mendahului dengan sosialisasi agar tidak banyak masyarakat yang terjaring razia,” tambahnya.
Adapun sasaran utama Operasi Patuh difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, antara lain:
- Tidak menggunakan helm SNI.
- Berkendara di bawah pengaruh alkohol.
- Melawan arus jalan.
- Penggunaan knalpot brong (bising).
- Aksi balapan liar.
- Pengendara di bawah umur.
“Itu semua merupakan pelanggaran kasat mata yang sangat berpotensi mengakibatkan kecelakaan fatal,” tegas Syarif.
Syarif menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengurangi angka pelanggaran dan menekan fatalitas korban kecelakaan, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
“Himbauan saya kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Tana Toraja, mari kita bekerja sama membudayakan ketertiban lalu lintas di jalan raya. Mari kita jaga Toraja ta’ (Toraja kita) agar tetap Masero (bersih) dari segala ancaman gangguan ketertiban. Mari tingkatkan keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas. Ingat, keselamatan adalah yang paling utama.”
“Jangan takut kepada polisi, tetapi takutlah demi keselamatan diri sendiri dan kita semua,” tutup Syarif.












