Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Toraja Utara Kunjungi SMK Kristen Tagari dan UPTD BLK Toraja Utara Upaya Tekan Angka Kecelakaan, Polres Tana Toraja Masif Sosialisasi di Sekolah dan Jalan Raya Satlantas Polres Tana Toraja Edukasi Pelajar SMKN 1, Tekankan Keselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas Kasatpol PP Torut Fokus Penegakan Perda, Pengawasan BBM Subsidi, dan Pemadaman Kebakaran Respon Cepat Tim URC Resmob Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Curanmor di Cafe Peleton Dosen Psikologi UIT Prihatin kejadian Bullying di Tana Toraja

Headline

DPRD Tator Minta Pemda Hentikan Sementara Program MBG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan

badge-check


					DPRD Tator Minta Pemda Hentikan Sementara Program MBG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan Perbesar

TATOR, PEDOMANINDONESIA — DPRD Tana Toraja (Tator) meminta Pemerintah Daerah (Pemda Tator) menghentikan sementara pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale (To’bo’ne).

Selain penghentian sementara, DPRD Tator berencana mendorong Pemda dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengusulkan ke pemerintah pusat agar program ini dihentikan total atau diubah mekanismenya.

Evaluasi dan Penghentian Sementara

Ketua DPRD Tana Toraja, Kendek Rante, menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah daerah agar insiden serupa tidak terulang kembali.

“Kejadian yang terjadi saya kira hal yang perlu diperhatikan secara khusus oleh pemerintah daerah berkaitan dengan Makanan Bergizi Gratis. Kita harapkan MBG ini disikapi secara serius sehingga jangan lagi terjadi kejadian yang sama,” ujar Kendek Rante saat ditemui di RSUD Lakipadada, Kamis (3/9/2026).

“Kita mengharapkan apa yang akan dilakukan pemerintah daerah secara khusus bagi semua kegiatan ini untuk dihentikan sementara,” lanjutnya.

Usulan Penghentian Total hingga Perubahan Mekanisme

Anggota DPRD Tana Toraja, Randan Pantong Sampetoding (RPS), meminta pimpinan DPRD segera menggelar pertemuan lintas sektor bersama Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, Badan Gizi Nasional (BGN), serta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Melihat kejadian hari ini terus terang kita prihatin. Saya meminta pimpinan untuk segera menindaklanjuti pertemuan semua pemangku kepentingan. Pertemuan ini sebisa mungkin untuk satu pendapat mengusulkan ke pusat supaya program MBG ini, jangankan ditunda, kalau bisa dihentikan,” tegas RPS.

Ia juga menambahkan bahwa jika program tidak bisa dihentikan, pemerintah pusat harus mengganti model atau mekanisme pelaksanaannya.

“Kalau tidak bisa dihentikan, ganti model lain mekanismenya. Karena terus terang kalau kita mau jujur, pemerintah yang ada ini hanya tinggal gengsi saja untuk mengakui bahwa program MBG ini gagal,” tambahnya.

Data Korban

Hingga Kamis malam, tercatat sebanyak 159 siswa dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale menjalani perawatan di tiga rumah sakit akibat keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG.

Saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium serta hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

Baca Lainnya

Dosen Psikologi UIT Prihatin kejadian Bullying di Tana Toraja

16 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Siap-siap! PWI Sulsel Award dan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2031 Digelar 17 Oktober Nanti

11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Breaking News: Puluhan Siswa dan Guru SMAN 3 Torut Diduga Keracunan MBG, Cabdisdik Sulsel Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Kasatpol PP Torut Kerahkan Puluhan Anggota Jaga Ketat SPBU, Pelansir Tersingkirkan

2 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Bertemu Direktur Penataan Daerah, CDOB Toraja Barat Bahas Jalan Menuju Daerah Persiapan

1 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Trending di Headline