Menu

Mode Gelap
DPRD Tator Minta Pemda Hentikan Sementara Program MBG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan Sejumlah Siswa SMPN 1 Makale Diduga Kuat Keracunan Makanan MBG BPBD Toraja Utara Salurkan 8.000 Liter Air Bersih Tanggulangi Dampak Kekeringan Bupati Toraja Utara Sambut Tim Surveior LAFKI di RSUD Pongtiku Tim Siber Selidiki Judi Online di Medsos Berkedok “Slot Mobil Kocok Nomor Di Toraja”, Kapolres Tana Toraja: Jangan Tergiur! Era AI, Super Tani Tantang Anak Muda Jadi Kreator Sekaligus Entrepreneur

Headline

DPRD Tator Minta Pemda Hentikan Sementara Program MBG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan

badge-check


					DPRD Tator Minta Pemda Hentikan Sementara Program MBG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan Perbesar

TATOR, PEDOMANINDONESIA — DPRD Tana Toraja (Tator) meminta Pemerintah Daerah (Pemda Tator) menghentikan sementara pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale (To’bo’ne).

Selain penghentian sementara, DPRD Tator berencana mendorong Pemda dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengusulkan ke pemerintah pusat agar program ini dihentikan total atau diubah mekanismenya.

Evaluasi dan Penghentian Sementara

Ketua DPRD Tana Toraja, Kendek Rante, menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah daerah agar insiden serupa tidak terulang kembali.

“Kejadian yang terjadi saya kira hal yang perlu diperhatikan secara khusus oleh pemerintah daerah berkaitan dengan Makanan Bergizi Gratis. Kita harapkan MBG ini disikapi secara serius sehingga jangan lagi terjadi kejadian yang sama,” ujar Kendek Rante saat ditemui di RSUD Lakipadada, Kamis (3/9/2026).

“Kita mengharapkan apa yang akan dilakukan pemerintah daerah secara khusus bagi semua kegiatan ini untuk dihentikan sementara,” lanjutnya.

Usulan Penghentian Total hingga Perubahan Mekanisme

Anggota DPRD Tana Toraja, Randan Pantong Sampetoding (RPS), meminta pimpinan DPRD segera menggelar pertemuan lintas sektor bersama Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, Badan Gizi Nasional (BGN), serta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Melihat kejadian hari ini terus terang kita prihatin. Saya meminta pimpinan untuk segera menindaklanjuti pertemuan semua pemangku kepentingan. Pertemuan ini sebisa mungkin untuk satu pendapat mengusulkan ke pusat supaya program MBG ini, jangankan ditunda, kalau bisa dihentikan,” tegas RPS.

Ia juga menambahkan bahwa jika program tidak bisa dihentikan, pemerintah pusat harus mengganti model atau mekanisme pelaksanaannya.

“Kalau tidak bisa dihentikan, ganti model lain mekanismenya. Karena terus terang kalau kita mau jujur, pemerintah yang ada ini hanya tinggal gengsi saja untuk mengakui bahwa program MBG ini gagal,” tambahnya.

Data Korban

Hingga Kamis malam, tercatat sebanyak 159 siswa dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale menjalani perawatan di tiga rumah sakit akibat keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG.

Saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium serta hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

Baca Lainnya

Sejumlah Siswa SMPN 1 Makale Diduga Kuat Keracunan Makanan MBG

3 September 2026 - 15:06 WIB

Bupati Toraja Utara Sambut Tim Surveior LAFKI di RSUD Pongtiku

1 September 2026 - 19:26 WIB

Cegah Seks Bebas dan HIV, PKM Sa’dan Malimbong Edukasi Siswa SMAN 7 Torut

27 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Wujudkan Masyarakat Sa’dan Maju dan Makmur, Puskesmas Sa’dan Malimbong Tingkatkan Pelayanan Layak

24 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Polres Tana Toraja Ringkus 2 Pemuda Asal Enrekang, 103 Sachet Narkotika Siap Edar Disita

21 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Trending di Headline