Menu

Mode Gelap
Digerebek Saat Asyik Sabung Ayam, Seorang Pria Diamankan Tim URC Resmob Polres Toraja Utara di Tallunglipu ​ Sarambu Tonapa, Pesona Tersembunyi di Salu Baruppu Toraja Utara Pelarian Ayah Tiri Berakhir, Tim Resmob Polres Toraja Utara Bekuk Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Polres Tator Sebut Tidak Tertutup Kemungkinan Ada TSK Lain dalam Kasus Mafia BBM yang Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan Wakil Ketua KPK RI Tegaskan Pejabat Tidak Boleh Alergi Dengan Media Gebrak Panggung Dunia, Putra Asal Majene Raih Gelar Grand Champion ALOHA di Panama

Headline

Bupati Tana Toraja Hindari Massa Penolak Geotermal, Alharis: “Pemimpin Sejati Hadir Memberi Solusi, Bukan Kabur!”

badge-check


					Bupati Tana Toraja Hindari Massa Penolak Geotermal, Alharis: “Pemimpin Sejati Hadir Memberi Solusi, Bukan Kabur!” Perbesar

MAKALE, PEDOMANINDONESIA – Kekecewaan mendalam menyelimuti ribuan warga Kecamatan Bittuang yang melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geotermal).

Meski massa telah menyampaikan pemberitahuan resmi untuk menggelar aksi di Kantor Bupati dan Kantor DPRD Tana Toraja, Bupati dilaporkan tidak berada di tempat untuk menemui warga, sebuah sikap yang dinilai sebagai upaya menghindari aspirasi rakyat.

Kritik Tajam Alharis Tandilinggi Terhadap Etika Pemimpin

Aktivis lingkungan sekaligus tokoh pemuda, Alharis Tandilinggi, S.H, mengecam keras sikap bungkam dan ketidakhadiran pihak eksekutif di tengah kegelisahan warga. Dalam orasinya, Alharis menekankan bahwa seorang kepala daerah memiliki tanggung jawab moral untuk menghadapi rakyatnya, apa pun kondisinya.

“Pemimpin yang baik itu sejatinya adalah pemimpin yang berpihak kepada rakyat dan mampu memberikan solusi konkret atas setiap masalah yang muncul. Jangan justru meninggalkan tugas dan tanggung jawab, atau sengaja menghindar saat rakyat butuh penjelasan,” tegas Alharis di hadapan massa aksi.

Ia menambahkan bahwa aksi menghindar ini sangat kontras dengan langkah yang diambil oleh lembaga legislatif.

“DPRD Tana Toraja secara kelembagaan sudah berani bersikap dengan mengeluarkan rekomendasi penolakan terhadap proyek geotermal ini. Jika wakil rakyat saja bisa mendengar dan memberikan solusi, kenapa Bupati seolah-olah lari dari tanggung jawabnya?” cetusnya.

DPRD vs Eksekutif: Jurang Keberpihakan

Langkah DPRD Tana Toraja yang telah mengeluarkan surat rekomendasi resmi penolakan geotermal seharusnya menjadi dasar bagi Bupati untuk mengambil langkah serupa. Namun, sikap diam dan absennya Bupati dalam pertemuan yang sudah dijadwalkan ini memicu spekulasi di tengah warga bahwa pemerintah daerah lebih mementingkan kelancaran investasi daripada keselamatan ruang hidup masyarakat adat.

Dampak Negatif Geotermal yang Jadi Kekhawatiran Warga

Penolakan keras warga Bittuang didasari oleh kajian mandiri dan kekhawatiran akan dampak lingkungan jangka panjang, di antaranya:

  • Krisis Air Bersih: Ekstraksi panas bumi membutuhkan suplai air yang sangat besar, yang berisiko menguras sumber daya air bawah tanah untuk pertanian dan kebutuhan domestik warga.

  • Ancaman Gempa Mikro (Seismik): Aktivitas pengeboran di zona patahan dapat memicu induksi seismik yang mengancam keselamatan pemukiman warga di wilayah pegunungan.

  • Pencemaran Gas Berbahaya: Risiko kebocoran gas Hidrogen Sulfida ($H_2S$) yang tidak hanya berbau menyengat tetapi juga beracun bagi pernapasan dalam jangka panjang.

  • Rusaknya Ekosistem Adat: Kehadiran alat berat dan pembukaan lahan luas akan merusak situs-situs sakral dan hutan lindung yang menjadi identitas budaya masyarakat Bittuang.

Tuntutan Massa

Warga menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan tekanan hingga Bupati Tana Toraja menunjukkan keberpihakannya secara tertulis, sebagaimana yang dilakukan DPRD.

“Kami datang untuk berdialog mencari solusi, bukan untuk diabaikan. Jika pemimpinnya saja menghindar, kepada siapa lagi rakyat harus mengadu?” tutup salah satu warga dengan nada kecewa.

Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kabupaten Tana Toraja belum memberikan konfirmasi terkait alasan ketidakhadiran Bupati dalam menemui massa aksi.

Baca Lainnya

Polres Tator Sebut Tidak Tertutup Kemungkinan Ada TSK Lain dalam Kasus Mafia BBM yang Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

1 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Gebrak Panggung Dunia, Putra Asal Majene Raih Gelar Grand Champion ALOHA di Panama

29 Juli 2026 - 15:07 WIB

Mobil Pikap Masuk Padang Rumput Ollon, Warganet Khawatir Keindahan Wisata Tana Toraja Rusak

26 Juli 2026 - 23:12 WIB

Pemda Toraja Utara Dapat Hadiah Istimewa dari Pemprov Sulsel di HUT ke-18, Terima Bantuan Puluhan Miliar

25 Juli 2026 - 18:57 WIB

DPRD Tator Sura’ Matasa’ Apresiasi Kinerja Kepala Dinas PUPR yang Mampu Berinovasi di Tengah Efisiensi Anggaran

13 Juli 2026 - 20:39 WIB

Trending di Headline