Menu

Mode Gelap
Dilantik Jadi Kepala Inspektorat, Yaya Rundupadang Berkomitmen Fokus Selesaikan Temuan BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Kepala BKPSDM Torut Mengaku Belum Terima Data Jumlah PPPK yang Akan Dirumahkan Bupati Torut Lantik Sejumlah Pejabat Tegaskan Utamakan Pelayanan BERITA KEHILANGAN SERTIPIKAT HAK MILIK Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

Headline

Pesawat IAT Hilang Kontak di Maros–Pangkep, Basarnas Kerahkan 40 Personel Pencarian

badge-check


					Pesawat IAT Hilang Kontak di Maros–Pangkep, Basarnas Kerahkan 40 Personel Pencarian Perbesar

MAROS,PEDOMANINDONESIA.ID, — Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1). Pesawat tersebut diketahui terbang dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Kontak terakhir dengan pesawat tercatat pada pukul 13.17 WITA, sebelum akhirnya sinyal komunikasi terputus.

Berdasarkan data awal, posisi terakhir pesawat terdeteksi di koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, tepatnya di sekitar kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros, wilayah yang dikenal memiliki kontur perbukitan dan kawasan karst. Pesawat membawa 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.

Basarnas Lakukan Pencarian Intensif
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Makassar langsung mengerahkan tim pencari ke lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya kontak pesawat.

Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa sebanyak 40 personel telah diterjunkan untuk melakukan pencarian darat maupun koordinasi udara.

“Tim saat ini bergerak menuju titik koordinat terakhir yang terdeteksi. Proses pencarian dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan memperhitungkan kondisi medan,” ujar Andi Sultan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dan pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi dari otoritas terkait.

Pengingat Tragedi Udara di Sulawesi Selatan

Peristiwa hilangnya kontak pesawat ini kembali mengingatkan publik pada tragedi jatuhnya pesawat Aviastar yang terjadi 10 tahun silam, tepatnya pada tahun 2015.
Pesawat Aviastar dengan registrasi PK-BRM saat itu jatuh di Pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Seluruh 10 penumpang dan kru yang berada di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia.

Tragedi tersebut menjadi catatan kelam dunia penerbangan nasional sekaligus pengingat pentingnya aspek keselamatan, kesiapsiagaan, dan sistem navigasi yang andal, terutama di wilayah dengan medan geografis yang menantang seperti Sulawesi Selatan.

Menunggu Kepastian Resmi
Pihak berwenang menegaskan bahwa informasi terkait penyebab hilangnya kontak pesawat IAT masih dalam tahap pendalaman. Publik diharapkan mengikuti perkembangan melalui sumber resmi agar tidak terjebak informasi yang belum terverifikasi.

Pencarian akan terus dilakukan hingga keberadaan pesawat dan seluruh penumpangnya dapat dipastikan.

Baca Lainnya

BPBD Tator Adakan Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi

18 Juni 2026 - 18:25 WIB

Kepala BKPSDM Torut Mengaku Belum Terima Data Jumlah PPPK yang Akan Dirumahkan

18 Juni 2026 - 18:20 WIB

Bupati Torut Lantik Sejumlah Pejabat Tegaskan Utamakan Pelayanan

18 Juni 2026 - 14:24 WIB

BERITA KEHILANGAN SERTIPIKAT HAK MILIK

17 Juni 2026 - 15:10 WIB

Merasa Risi dengan Kehadiran Kafe Kenzio, Warga Desak Satpol PP Lakukan Penutupan

14 Juni 2026 - 11:14 WIB

Trending di Hukum