Tana Toraja, Pedomanindonesia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja mencatat telah melakukan evakuasi tanah longsor dan pohon tumbang pada 77 titik sepanjang 2025. BPBD mengakui, intensitas bencana di Tator cukup tinggi sehingga membutuhkan mitigasi lebih serius.
“Dari 77 kasus bencana itu diantaranya ada tanah bergerak, tanah longsor kemudian pohon tumbang selama tahun 2025,” kata
Sekretaris BPBD Tator, Christian Sakkung, Rabu (25/6/2025).
Christian mengatakan, angka bencana yang cukup tinggi membutuhkan kesiapsiagaan semua pihak. Dalam mitigasi kata dia, dibutuhkan pelibatan masyarakat. Sehingga masyarakat harus diedukasi lebih awal.
“Masyarakat harus kita veri pemahaman agar mengetahui risiko dan cara mencegah tingkat kerawanan bencana. Masyarakat kita minta melaporkan kalau ada tanda – tanda akan terjadinya bencana atau pohon yang rawan tumbang dan membahayakan masyarat baik pengguna jalan mau pun masyarat setempat,” jelasnya.
Diakui Christian, dalam penanganan bencana juga dibutuhkan sarana infrastruktur yang memadai. Terutama agar proses evakuasi bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Kita harapkan ke depan sarana dan prasarana akan lebih baik agar proses evakuasi bisa dilakukan efektif. Sebab titik rawan di Tator cukup banyak. Kita butuh peralatan yang lebih banyak,” imbuhnya.
Christian juga mengimbau masyarakat agar berhati – hati mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk berjaga – jaga karena saat ini musim hujan rawan terjadi longsor dan juga tanah bergerak,” beber Christian. (Tim)







