Menu ✖

Mode Gelap
DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020 Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi Bupati Toraja Utara Buka Rapat Koordinasi Optimalisasi Siskamling, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat DPRD Toraja Utara Gelar Paripurna: Bahas Ranperda Aset Daerah hingga Perlindungan Hak Disabilitas Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kasat Lantas Polres Tana Toraja Ajak Siswa MAN Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Toraja Utara Lepas Kontingen PORPROV XVIII hingga Serahkan Penghargaan

Headline

Mobil Pikap Masuk Padang Rumput Ollon, Warganet Khawatir Keindahan Wisata Tana Toraja Rusak

badge-check


					Mobil Pikap Masuk Padang Rumput Ollon, Warganet Khawatir Keindahan Wisata Tana Toraja Rusak Perbesar

TANA TORAJA, PEDOMAN INDONESIA.ID,– Sebuah video yang diunggah akun TikTok @pak_tani_04 viral di media sosial setelah memperlihatkan sebuah mobil pikap berwarna oranye berada di area padang rumput kawasan Tebing Romantis Ollon, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja.

Dalam video tersebut, kendaraan tampak melintas di hamparan rumput yang selama ini menjadi ikon dan daya tarik utama wisata alam Ollon. Pemandangan itu memicu beragam reaksi dari warganet yang khawatir aktivitas kendaraan dapat merusak ekosistem dan keindahan kawasan.

Akun @jum_aida mempertanyakan mengapa kendaraan bisa masuk ke area tersebut.

> “Waduh kenapa bisa ada mobil masuk, knpa warga di sana tidak menegur yah.”

Sementara akun @Ɣᑌ ×͜× menilai kejadian tersebut dapat menimbulkan kesan adanya perlakuan khusus bagi pihak tertentu.

> “Ini yang akan membuat wisata jadi sepi karna kebebasan buat beberapa orang saja.”

Kekhawatiran serupa juga disampaikan akun @otto77001 yang mengingatkan dampak jika kendaraan terus diizinkan memasuki kawasan padang rumput.

> “Kalau mobil masuk begini merusak rumput, bisa-bisa nanti orang kesana masukkan kendaraannya semua.”

Akun @Satya_Kean_127 bahkan meminta agar peristiwa tersebut mendapat perhatian lebih luas.

> “Waduh… parah ini, bantu viralkan.”

Komentar lain datang dari @DzakirAbrizam yang menyoroti potensi kerusakan pada bentang alam yang selama ini menjadi pesona Ollon.

> “Merusak rumput alam yang sudah terlanjur indah.”

Senada, akun @Win_Choy berharap kendaraan tidak lagi diizinkan memasuki kawasan wisata.

> “Mobil jangan diizinin masuk, bisa merusak keindahan alam sekitar Tebing Romantis.”

Sementara @Mika_Rikki_Pabangnga mengaku heran melihat kendaraan berada di lokasi tersebut.

> “Kenapa ada mobil masuk bos ku, orang di sana nak, ndk di boleh kan kendaraan masuk.”

Akun @kael_TR juga menegaskan bahwa keindahan alam Ollon seharusnya dilindungi dari aktivitas yang berpotensi merusak.

> “Sy ngk punya mobil tapi seharusnya alam yg se indah itu jgn diijinkan mobil masuk.”

Hal senada disampaikan @Yakemo75 yang menilai hamparan rumput hijau merupakan daya tarik utama kawasan tersebut.

> “Kalau rumputnya rusak atau jadi lumpur apakah masih indah kelihatan? Saya rasa tidak.”

Ramainya tanggapan di media sosial menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian Tebing Romantis Ollon. Warganet berharap pengelola dan pihak terkait dapat memastikan kawasan wisata alam tersebut tetap terjaga dari aktivitas yang berpotensi merusak, sehingga keindahannya dapat terus dinikmati oleh wisatawan dan generasi mendatang.

Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Toraja Utara Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2020

4 November 2026 - 14:56 WIB

Kasatpol PP Torut Turun Langsung Ke SPBU Karassik Pantau Penyalahgunaan BBM Subsidi

4 November 2026 - 14:49 WIB

Siap-siap! PWI Sulsel Award dan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2031 Digelar 17 Oktober Nanti

11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Breaking News: Puluhan Siswa dan Guru SMAN 3 Torut Diduga Keracunan MBG, Cabdisdik Sulsel Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Kasatpol PP Torut Kerahkan Puluhan Anggota Jaga Ketat SPBU, Pelansir Tersingkirkan

2 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Trending di Headline